Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, mendorong pemerintah daerah untuk menambah jumlah sekolah bagi anak berkebutuhan khusus (disabilitas). Ia meminta agar fasilitas pendidikan tersebut tersedia merata di seluruh kabupaten di Kalsel.
Menurut Habib Umar, usulan ini lahir dari banyaknya keluhan orang tua yang kesulitan mendapatkan akses layanan pendidikan untuk anak-anak mereka. Keterbatasan jumlah sekolah luar biasa (SLB) saat ini memaksa sebagian orang tua menempuh perjalanan jauh setiap hari demi mengantar anak bersekolah.
“Kalau bisa, setiap kabupaten memiliki sekolah bagi anak berkebutuhan khusus sehingga akses pendidikan lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujar Habib Umar, Sabtu (27/6/2026).
Selain kuantitas sekolah, legislator PKS ini juga menyoroti urgensi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan ramah disabilitas. Fasilitas penunjang seperti jalur khusus kursi roda (ramp), jalur pemandu (guiding block) bagi penyandang tunanetra, hingga penyediaan buku bertulisan Braille harus segera dipenuhi di lingkungan sekolah.
Habib Umar berharap, pemenuhan pendidikan yang layak mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) penyandang disabilitas. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan yang setara untuk bersaing di dunia kerja sesuai potensi masing-masing.
Guna merealisasikan target tersebut, ia mendorong adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Kalsel dan dunia usaha. Kerja sama ini dinilai krusial agar para lulusan disabilitas mendapatkan akses lapangan pekerjaan yang lebih luas dan inklusif.






