Pemprov Kalsel mengubah arah kebijakan pembangunan kebudayaan dengan memangkas event seremonial dan memperkuat ekosistem budaya berbasis komunitas.
Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) resmi mengubah arah kebijakan pembangunan kebudayaannya. Mulai saat ini, Pemprov Kalsel mengurangi ketergantungan pada kegiatan berbasis acara (event) seremonial dan beralih memperkuat ekosistem budaya berbasis komunitas.
Perubahan strategi ini dibarengi dengan komitmen anggaran yang signifikan. Anggaran kebudayaan Kalsel tahun 2026 melonjak menjadi Rp33,87 miliar dari yang sebelumnya hanya sebesar Rp23,39 miliar. Sebagian dana hasil pemangkasan (refocusing) kegiatan seremonial tersebut kini dialihkan untuk menyokong komunitas, lembaga budaya, serta talenta seni lokal.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Edy Suwarto, menilai kebijakan terdahulu yang terlalu bertumpu pada acara seremonial tidak memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Event-event kebudayaan itu event bongkar panggung, tidak berdampak. Bongkar panggung selesai, habis,” ujar Edy pada Senin (10/8/2026).
Untuk mengeksekusi kebijakan baru ini, Pemprov Kalsel memangkas sejumlah agenda dengan total efisiensi mencapai Rp2,6 miliar. Beberapa kegiatan yang dikurangi anggarannya antara lain Gastro Cultural Journey sebesar Rp1,2 miliar, Festival Gerbang Nusantara Rp962,2 juta, dan Penampilan di TMII sebesar Rp450 juta.
Dana hasil efisiensi tersebut langsung dialokasikan ke program-program pemberdayaan yang lebih konkret. Di antaranya untuk manajemen talenta dan fasilitasi lembaga budaya masing-masing sebesar Rp2,5 miliar, pengadaan alat musik tradisional Rp3 miliar, produksi video tari tradisional Rp650 juta, serta penyelenggaraan Aruh Film Rp400 juta.
Edy menambahkan bahwa fokus penguatan kebudayaan ke depan akan menyasar pertumbuhan sanggar-sanggar seni. Target utamanya adalah pembinaan anak-anak usia 10–15 tahun serta memperkuat kurikulum muatan lokal kebudayaan di lingkungan sekolah.






