Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus melakukan terobosan nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan jenjang SMA dan SMK sederajat, khususnya untuk memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Upaya tersebut menjadi fokus utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sebagai respons terhadap masih rendahnya serapan lulusan SMK.
Kepala Disdikbud Provinsi Kalsel, Galuh Tantri, mengatakan pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga pada mutu dan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri.
“Pendidikan harus menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Karena itu, kami mendorong perubahan yang konkret dan terukur,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, sejumlah program telah dijalankan, antara lain penyesuaian kurikulum SMK berbasis kebutuhan dunia usaha dan industri, penguatan pembelajaran praktik melalui teaching factory, serta perluasan program magang dan internship bagi siswa. Selain itu, beberapa SMK di Kalsel menerapkan sistem pembelajaran empat tahun guna memperdalam kompetensi teknis peserta didik.
Di sisi lain, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian serius. Pemprov Kalsel secara bertahap meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik melalui pelatihan berbasis industri serta perbaikan kesejahteraan guru.
Galuh Tantri menambahkan, pemerataan layanan pendidikan hingga ke daerah pelosok tetap menjadi prioritas agar peningkatan kualitas tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
“Dengan sinergi pemerintah, sekolah, dan dunia industri, kami optimistis kualitas pendidikan Kalsel terus meningkat dan berdampak langsung pada serapan lulusan,” pungkasnya.






