Promosi Layanan RSUD Ulin di TMII Menuai Kritik, Dinilai Tidak Efisien

Teks foto : Pengamat kebijakan publik, Dr. Akhmad Murjani. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Kegiatan promosi layanan unggulan RSUD Ulin Banjarmasin yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menuai kritik tajam. Agenda tersebut dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan mengabaikan prinsip efisiensi anggaran.

 

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, acara ini melibatkan sedikitnya 63 pejabat daerah dan enam pimpinan instansi. Kehadiran para pejabat tersebut merujuk pada undangan resmi yang diterbitkan oleh pemerintah provinsi.

 

Pengamat kebijakan publik, Dr. Akhmad Murjani, menyayangkan langkah tersebut. Menurutnya, promosi layanan kesehatan seharusnya dilakukan di daerah agar langsung menjangkau sasaran utama, yakni warga Kalimantan Selatan.

 

“Masyarakat Kalimantan Selatan yang seharusnya lebih dulu mengetahui dan memanfaatkan layanan tersebut,” ujar Murjani di Banjarmasin, Kamis (23/4/2026).

 

Ia menambahkan, strategi promosi yang ideal adalah menghadirkan pihak luar ke daerah. Dengan cara tersebut, kegiatan promosi dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal, bukan justru mengalirkan anggaran keluar daerah.

 

Kegiatan di Jakarta ini dianggap kurang mempertimbangkan aspek kemanfaatan. Para pengamat menilai perencanaan acara tersebut belum didasarkan pada analisis untung-rugi yang matang dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

Kini, sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam merancang program serupa. Kebijakan ke depan diharapkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi daerah.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *