DPRD Apresiasi Forum Konsultasi RKPD Kalsel

Forum Konsultasi RKPD Kalsel yang dihadiri sejumlah anggota DPRD di Aula Lantai III Kantor Bappeda di Banjarbaru, Selasa (14/02). (ist)

Banjarbaru, wartaberitaindonesia. com – Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), M. Syaripuddin bersama anggota lainnya menghadiri Forum Konsultasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), di Aula Lantai III Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Banjarbaru, Selasa (14/02).

 

Bacaan Lainnya

Syaripuddin menyampaikan

apresiasinya terhadap forum tersebut sebagai wadah untuk merumuskan kebijakan yang menjamin kepentingan stakeholder diantaranya demi sebuah keyakinan dalam memberikan skala manfaat terhadap penyusunan RKPD).

 

“RKPD disusun atas kebijakan ruang bagi birokrat, masyarakat dan para ahli bekerjasama guna menentukan keputusan terbaik di Banua,” ujar kepada wartaberitaindonesia.com di sela kegiatan.

 

Menurutnya, untuk meningkatkan kinerja perekonomian, perluasan kesempatan kemakmuran ekonomi serta memberi akses luas keseluruh lapisan masyarakat, diperlukan sinergitas yang baik.

 

“Terutama berbagai usulan yang meliputi berbagai macam hal diantaranya bidang pendidikan, kesehatan, parwisata, infrastruktur dan lainnya,” sebutnya.

 

Perlu di garis bawahi, ungkapnya, sejauh ini dari 55 wakil rakyat di rumah Banjar ketika melaksanakan reses ke masyarakat, ternyata DPRD belum dapat menyampaikan pokok pikiran (pokir) secara utuh.

 

Kenudian dia mengharapkan setiap hal yang dituangkan dalam RKPD harus didasarkan pada kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Kalsel dengan mengutamakan aspirasi rakyat demi merasakan kerja nyata terhadap Pemerintah Provinsi.

 

“Semoga RKPD Provinsi Kalsel tahun 2023 ini menjadi salah satu panduan dalam bekerja di tahun mendatang,” tuturnya.

 

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar sepakat transformasi ekonomi disektor pertambangan tidak cukup hanya sebatas kesejahteraan rakyat dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, namun juga mampu mengurangi ketimpangan antar sektor saat ini.

 

“Yaitu, dengan cara menggeser kontribusi sektor tersebut ke arah Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat diperbaharui antara lain pertaniaan, pariwisata, UMKM, hilirsasi industri dan perdagangan,” tukasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *