Barito Kuala, wartaberitaindonesia.com— Bupati Barito Kuala (Batola) H. Bahrul Ilmi, menghadiri acara Syukuran Lahan Brigade Pangan bertajuk “Pangan Lestari” yang diselenggarakan di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kamis (19/06).
Dalam sambutannya, Bahrul Ilmi menyampaikan pentingnya pengelolaan air untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa penggunaan mesin tanam padi yang disesuaikan dengan kondisi air menjadi kunci keberhasilan tanam di wilayah tersebut.
“Ketika kita menanam menggunakan mesin, itu berarti kita harus memastikan kondisi air sesuai kebutuhan. Jika air dapat kita kendalikan, maka proses tanam menjadi lebih mudah dan hasilnya maksimal. Sebaliknya, jika curah hujan tinggi dan tidak terkendali, bisa menyebabkan lahan terendam dan tanaman mati,” jelasnya.
Sebagai solusi, Bahrul Ilmi menggagas pembangunan tanggul seluas 5 hektare untuk mengatur sistem irigasi secara lebih baik. “Kita akan bangun tanggul dan sistem pembuangan air yang teratur, sehingga ke depan kita tidak lagi bergantung pada musim. Setelah panen, kita langsung olah tanah, lakukan pembusukan selama seminggu, dan bisa langsung tanam kembali,” ujarnya.
Ia berharap, pola pertanian tiga kali panen dalam setahun bisa diterapkan secara luas di Kabupaten Batola. “Ini harus kita tunjukkan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa program ini berjalan baik. Dimulai dari satu lokasi, kita kembangkan secara berkelanjutan hingga tercapai 80% lahan pertanian di Barito Kuala. Jika itu tercapai, maka kita bisa menanam dan panen terus,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, DPRD Kabupaten Batola, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, unsur Forkopimda Kabupaten Batola, perwakilan Kementerian Pertanian di Kalimantan Selatan, serta Kepala Dinas TPH Kabupaten Batola.






