Pemerhati Hukum Minta Pertamina Kalsel Segera Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM

Teks foto : Pemerhati Hukum dan Pemerintahan, Dr. Afif Khalid. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pemerhati Hukum dan Pemerintahan, Dr. Afif Khalid, S.H.I., S.H., M.H., mendesak Pertamina Regional Kalimantan, khususnya wilayah Kalimantan Selatan, untuk segera memberikan keterangan resmi terkait isu potensi kelangkaan dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang marak di media sosial.

 

Bacaan Lainnya

Afif menilai klarifikasi otoritas berwenang sangat krusial untuk meredam kepanikan masyarakat (panic buying). Menurutnya, fenomena antrean dan pembelian berlebih belakangan ini dipicu oleh ketidakseimbangan informasi.

 

“Publik membutuhkan kepastian. Otoritas terkait seharusnya menyampaikan kondisi sebenarnya secara terbuka di setiap daerah agar spekulasi di media sosial tidak semakin liar,” ujar Afif di Banjarmasin, Rabu (1/4/2026).

 

Ia menekankan bahwa transparansi ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Hal tersebut penting untuk menjamin masyarakat mendapatkan informasi akurat dan tepercaya langsung dari sumbernya.

 

Afif memahami bahwa kekhawatiran warga juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah memberikan jaminan.

 

“Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kemenko Perekonomian sebenarnya sudah memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan harga tetap stabil. Hal inilah yang perlu ditekankan kembali oleh pihak regional kepada masyarakat setempat,” pungkasnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *