Univsm Balangan Edukasi Warga Desa Kandang Halang Terkait Standar Rumah Layak Huni

Teks foto : Tim Program Studi Teknik Sipil dan Hukum Universitas Sapta Mandiri (Univsm) Balangan saat memberikan edukasi standar rumah layak huni kepada warga Desa Kandang Halang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (3/4). (Ist)

Sungai Tengah, wartaberitaindonesia.com– Universitas Sapta Mandiri (Univsm) Kabupaten Balangan, mempertegas komitmen pengabdian masyarakat melalui kolaborasi Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Hukum. Kegiatan ini menyasar warga Desa Kandang Halang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), pada Jumat (3/4/2026).

 

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan Standar Rumah Aman, Sehat, dan Layak Huni”, agenda ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya hunian yang memenuhi aspek teknis, kesehatan lingkungan, hingga legalitas hukum.

 

Desa Kandang Halang dipilih karena keterbatasan akses informasi warga setempat, serta masih ditemukannya hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.

 

Dalam sosialisasi tersebut, tim pengabdian memberikan penyuluhan serta ruang diskusi interaktif mengenai standar teknis bangunan, mulai dari sistem penghawaan, pencahayaan, sanitasi, hingga kekuatan struktur bangunan. Puluhan peserta yang terdiri dari warga dan perangkat desa tampak antusias mengikuti rangkaian acara.

 

Materi teknis dipaparkan oleh tim Prodi Teknik Sipil, sedangkan aspek hukum perumahan disampaikan oleh tim Prodi Hukum.

 

Ketua Program Studi Teknik Sipil Univsm sekaligus penanggung jawab kegiatan, Nadya Kartika Dewi, menyatakan bahwa aksi ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan.

 

“Masih banyak masyarakat yang membangun rumah tanpa memperhatikan standar teknis yang tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi yang sederhana namun aplikatif agar kualitas hunian warga meningkat,” ujar Nadya.

 

Ia menekankan bahwa rumah layak huni tidak selalu identik dengan biaya mahal. Prinsip dasarnya terletak pada keselamatan dan kesehatan, seperti sirkulasi udara yang baik, pencahayaan alami yang cukup, sanitasi memadai, serta struktur bangunan yang kokoh.

 

Selain teknis bangunan, Nadya juga menyoroti pentingnya aspek legalitas, seperti status kepemilikan lahan, izin pembangunan, hingga perlindungan hukum bagi pemilik rumah.

Kolaborasi antara dua disiplin ilmu ini dinilai memberikan edukasi komprehensif bagi masyarakat, baik dari sisi fisik bangunan maupun payung hukumnya. Nadya pun mengapresiasi keaktifan warga selama sesi tanya jawab hingga praktik langsung.

 

“Kami berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa, sehingga edukasi rumah layak huni dapat dirasakan secara luas,” pungkasnya.

 

Melalui inisiatif ini, Univsm kembali memposisikan diri sebagai mitra strategis masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengentasan rumah tidak layak huni demi pembangunan yang berkelanjutan.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *