Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dituntut semakin adaptif menghadapi disrupsi teknologi. Integrasi transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing institusi.
Hal tersebut ditegaskan
Rektor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB), Prof. Dr. H. Mohammad Zainul saat memaparkan strategi penguatan perguruan tinggi di tengah persaingan global yang kian ketat. Menurutnya, peran pendidikan tinggi kini telah bergeser, tidak sekadar pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga pencetak lulusan yang siap menghadapi dunia kerja dinamis.
“Calon mahasiswa melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Mereka sangat mempertimbangkan korelasi antara biaya kuliah dengan prospek karier di masa depan,” ujar Zainul.
Zainul menambahkan, transformasi digital dalam aspek promosi dan komunikasi merupakan langkah strategis yang wajib diambil. Pemanfaatan situs web resmi dan media sosial seperti Instagram dinilai jauh lebih efektif membangun citra institusi dibandingkan metode konvensional.
Situs web berperan sebagai pusat informasi yang kredibel, sementara media sosial menjadi sarana interaksi yang lebih personal dengan calon mahasiswa.
Meski demikian, Zainul menekankan bahwa strategi digital harus beriringan dengan kualitas layanan pendidikan yang nyata. Reputasi kampus tidak hanya dibangun melalui promosi, tetapi lewat pengalaman langsung mahasiswa selama masa studi.
Integrasi antara teknologi dan kualitas layanan inilah yang akan menjadi fondasi keberlanjutan serta daya saing PTS di masa depan.






