Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Kasus dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, memicu reaksi keras. Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Hj. Mariana Abidin, mendesak investigasi menyeluruh untuk menjamin keamanan pangan bagi para siswa.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (23/4/2026). Sebanyak 50 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu mi ayam dari paket MBG. Para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Mulia untuk mendapatkan penanganan medis, dengan 19 siswa di antaranya masih menjalani pemeriksaan intensif.
Mariana menegaskan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan di setiap tahapan, mulai dari sanitasi, pemilihan bahan baku, hingga proses distribusi. Ia juga menuntut pertanggungjawaban penuh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional.
“Jika terbukti ada pelanggaran SOP (Standar Operasional Prosedur), izin operasionalnya harus dicabut,” tegas Mariana.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Firna Arsika, menekankan krusialnya peran sekolah dalam fungsi pengawasan. Ia menginstruksikan pihak sekolah untuk menjalankan SOP pembagian MBG secara ketat dan membangun komunikasi aktif dengan SPPG.
Menurut Firna, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan guna memastikan makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi aspek gizi seimbang, tetapi juga terjamin higienitas dan keamanannya. Insiden ini menjadi bahan evaluasi serius agar program MBG tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan siswa.






