Muara Teweh, wartaberitaindonesia.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara (Barut), Hj. Mery Rukaini, M.IP, menyoroti urgensi optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di wilayahnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara program CSR dunia usaha dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut).
Dalam pandangannya, program CSR harus mengalami pergeseran paradigma, dari sekadar bantuan yang bersifat sporadis menjadi bentuk investasi sosial yang terencana dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“CSR seharusnya difokuskan pada sektor-sektor kritis yang sulit terjangkau oleh alokasi anggaran daerah, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar,” ujar Hj. Mery, seraya menegaskan bahwa mekanisme pengaturan ini perlu diatur secara komprehensif dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).
Untuk mewujudkan penyelarasan tersebut, Hj. Mery mendorong pembentukan sebuah forum CSR tingkat kabupaten. Forum ini diharapkan dapat berfungsi sebagai wadah koordinasi yang efektif antara pihak pemerintah, perusahaan, dan elemen masyarakat.
“Adanya forum ini akan menjamin penyaluran dana CSR berjalan secara tepat sasaran dan mencegah terjadinya tumpang tindih dalam implementasi program di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hj. Mery memastikan bahwa DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat terhadap implementasi CSR, guna memastikan setiap perusahaan memenuhi kewajiban sosialnya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Aspek transparansi dalam pelaporan CSR juga ditekankan sebagai keharusan.
Optimalisasi CSR melalui pendekatan sinergi ini diharapkan dapat memaksimalkan peran serta dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Barito Utara secara holistik.






