Gencarkan Kampanye Berhenti Merokok, Pemkot Banjarbaru Sasar Pelajar di Tiga Sekolah

Teks foto : Ratusan pelajar di Banjarbaru mengikuti kampanye "Generasi Bebas Asap Rokok" dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, Senin (13/4/2026). Selain edukasi, dilakukan juga skrining kesehatan dan pemeriksaan kadar CO bagi siswa. (Foto: MC Bjb)

Banjarbaru, wartaberitaindonesia.com

– Menjelang peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, edukasi kesehatan bagi generasi muda terus digalakkan. Pada Senin (13/4/2026), Pemerintah Kota melalui instansi terkait menggelar “Kampanye Berhenti Merokok” yang menyasar ratusan pelajar di tiga sekolah berbeda.

Bacaan Lainnya

 

Tiga sekolah yang menjadi titik utama kampanye bertajuk “Generasi Bebas Asap Rokok” ini adalah SMK PGRI Banjarbaru, SMAN 5 Banjarbaru, dan SMPN 5 Banjarbaru. Di SMK PGRI sendiri, kegiatan ini diikuti sedikitnya 300 siswa dengan penuh antusias.

 

Selain penyampaian materi edukasi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) paru melalui alat smokerlyzer (CKG) serta skrining merokok bagi pelajar. Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini sekaligus upaya preventif melindungi generasi penerus, sejalan dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).

 

Narasumber utama kegiatan, dr. Siti Ningsih, memaparkan secara komprehensif mengenai ancaman nyata kebiasaan merokok. Ia menegaskan bahwa merokok tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghambat siswa dalam meraih cita-cita.

 

“Perokok aktif maupun pasif memiliki risiko tinggi terhadap masalah kesehatan serius, salah satunya kanker paru. Perlu dicatat, tidak ada perbedaan bahaya antara rokok konvensional dengan rokok elektrik atau vape. Keduanya sama-sama berbahaya dan harus dijauhi,” tegas dr. Siti Ningsih di hadapan para siswa.

 

Ia menjelaskan bahwa rokok mengandung berbagai zat beracun seperti nikotin yang memicu ketergantungan, tar yang bersifat karsinogenik, serta karbon monoksida yang mengganggu sirkulasi oksigen. dr. Siti menghimbau siswa untuk berani menolak ajakan merokok.

 

“Berhenti merokok harus dimulai dengan tekad bulat. Sibukkan diri dengan kegiatan bermanfaat dan yang terpenting, harus berani mengatakan ‘TIDAK’ jika ditawari rokok oleh siapa pun,” pesannya.

 

Aksi ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Kepala SMK PGRI Banjarbaru, Setiawan, menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan sektor kesehatan di masa mendatang.

 

“Kami sangat menyambut baik edukasi ini. Selama ini, Puskesmas Banjarbaru Utara (BBU) telah berkolaborasi aktif dengan sekolah kami, mulai dari program UKS hingga pembagian Tablet Tambah Darah. Kami berharap kerja sama ini terus ditingkatkan demi kesehatan anak didik kami,” pungkas Setiawan.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *