Tanah Laut, wartaberitaindonesia.com
– Perkumpulan yasinan di Kecamatan Panyipatan menjadi gambaran sederhana namun nyata dari implementasi nilai-nilai ideologi Pancasila sekaligus ruang terbuka bagi emansipasi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Ketetapan MPR RI yang digelar pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di kelompok yasinan Panyipatan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 15.30 WITA tersebut diisi dengan sosialisasi mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus penyerahan seragam kepada anggota kelompok yasinan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Sosialisasi disampaikan oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan (Dapil Kalsel) II, Hj. Mariana, S.AB., M.M., dengan narasumber pendamping Hidayat.
Dalam pemaparannya, Hj. Mariana menegaskan bahwa perkumpulan keagamaan seperti yasinan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan memperkuat nilai kebangsaan.
“Perkumpulan yasinan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila. Di dalamnya terdapat semangat gotong royong, kebersamaan, toleransi, dan silaturahmi yang perlu terus dijaga dan dipertahankan,” ujar Hj. Mariana.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran aktif perempuan dalam kelompok yasinan yang menunjukkan terbukanya ruang partisipasi dan emansipasi wanita di tengah masyarakat.
Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga penggerak utama dalam menjaga harmoni sosial dan nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan keagamaan.
Penyerahan seragam kepada kelompok yasinan diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat kolektif, sekaligus menjadi simbol penguatan identitas komunitas yang berlandaskan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang menilai sosialisasi tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari dan mampu memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara melalui pendekatan yang sederhana, religius, dan inklusif.






