2 korban ‘Tabrakan’ Perahu Nelayan vs Kapal LCT di Sungai Loban ternyata Pelajar

[]istimewa KORBAN SELAMAT - Salah satu dari lima korban selamat saat menjalani perawatan di Puskesmas Sebamban 1, Kecamatan Sungai Loban. kristiawan(wartaberitaindonesia.com)

Batulicin, wartaberitaindonesia.com – Kecelakaan di laut, yakni tabrakan antar perahu nelayan denganbKapal LCT di perairan laut Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), ternyata melibatkan dua orang pelajar.

Dua pelajar tersebut ikut bersama rombongan perahu nelayan yang juga ditumpangi empat orang nelayan.

Bacaan Lainnya

Kecelakaan di perairan laut sendiri terjadi, pada Selasa, 22 Februari 2022 sekitar pukul 04.30 Wita.

Akibat dari laka laut itu juga mengakibatkan perahu nelayan hancur berantakan, sebelum tenggelam di perairan laut Sungai Loban atau berjarak sekitar 5-7 mil dari daratan setempat.

Saat dikonfirmasi Kapolres Tanbu, AKBP Tri Hambodo SIK melalui Kasi Humas setempat, AKP I Made Ras mengatakan, ada enam orang yang berada di dalam perahu nelayan tersebut, di mana dua di antaranya adalah pelajar.

Mereka berhasil selamat bersama tiga penumpang lainnya, kecuali satu orang atas nama Nasib (42), yang hingga kini belum berhasil ditemukan.

Adapun dua pelajar ikut tertimpa musibah tabrakan laut adalah Ardiansyah (16) dan Jamasdar (17).
Keduanya tercatat sebagai
warga Desa Sungai Dua Laut, Kecamatan Sungai Loban.

Sedang, tiga penumpang perahu nelayan lainny yang selamat adalah Zainuddin (40), Amat (32) dan Ardi (22) yang kesemuanya juga warga Desa Sungai Dua Laut, Kecamatan Sungai Loban.

 

AKP HI Made Rasa menjelaskan, hingga saat ini kelima korban sedang dirawat di Puskesmas Sebamban 1 Kecamatan Sungai Loban.

Sedang, satu korban atas nama Nasib, hingga saat ini masih dalam proses pencarian, demikian AKP I Made Rasa.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *