Varian Eg5 dan Eg2 kembali masuk ke Indonesia 

Teks foto :  Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Rosyadi Elmi. (ist)

Banjarmasin, Wartaberitaindonesia.com – Subvarian baru Eris (Eg5 dan Eg2) turunan dari varian Omicron kembali masuk ke Indonesia. Namun sejauh ini indikasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum ada.

 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Rosyadi Elmi kepada wartaberitaindonesia.com, Sabtu (16/12).

 

“Untuk daerah kita masih belum ada laporan resmi, tinggal upaya antisipasi setiap personal sebagai bentuk pencegahan,” ujarnya.

 

Untuk memastikan data tersebut, menurut Rosadi, melalui hasil pemeriksaan medis, tapi masyarakat tidak perlu takut berlebihan karena setiap mutasi virus skala resikonya semakin kecil, hanya saja penularan yang lebih cepat dibandingkan Covid-19.

 

Seperti diketahui bersama gejala Eg2 dan Eg5 sama seperti penderita Covid yakni demam, batuk, filek dan hilang rasa dan nafsu makan.

 

Kemudian untuk Indonesia sendiri temuan kasusnya diketahui sejak akhir September lalu, sedangkan kekebalan tubuh mereka divaksin lengkap bisa melindungi, meski demikian tetap saja penanggulangan seperti pemakaian masker diberlakukan jika ada indikasi kasus disekitar kita.

 

“Jika mengalami gejala diatas usahakan memakai masker dan isolasi mandiri jangan takut berlebihan karena penderita bisa sembuh,” terangnya

 

Rosyadi menyebutkan data terakhir dari Kemenkes RI di DKI Jakarta temuan kasus Covid-19 hasil mutasi virus ini memang lebih cepat namun secara ilmu kesehatan tidak seganas Covid-19 dua tahun lalu, hanya saja memang semua perlu kewaspadaan diantaranya antisipasi bisa menjaga imun tubuh terlebih kondisi pergantian musim dari musim panas ke penghujan.

 

Kemudian berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor HK.02.01/MENKES/1042/2023 tanggal 6 Desember 2023, penggunaan masker di Indonesia diaktifkan kembali terhitung 15 Desember 2023 diantaranya pemakaian masker wajib di tempat-tempat umum tertutup seperti transportasi umum, fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum lainnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *