Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Subhan Nor Yaumil SE, MSI optimis target pendapatan daerah di sektor Pajak Air Permukaan (PAP) tahun 2024 akan tercapai sekitar Rp18,6 miliar.
Capaian tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dari hasil penerimaan di sektor yang sama pada tahun 2023 lalu.
Sejauh ini tim Bapenda melalui Unit Penerimaan Pajak Daerah (UPPD) Samsat se-Kalsel telah melakukan pendataan setiap perusahaan yang memanfaatkan PAP, baik sektor pertambangan maupun perkebunan.
“Kolaborasi tim di lapangan terus dilakukan bersama Pemkab Kabupaten,” kata Subhan, Rabu (26/6).
Untuk realisasi pembagian penerimaan kabupaten, ungkapnya, jauh lebih besar, yakni 70 persen, sementara provinsi kebagian sisanya 30 persen.
Melihat perbandingan di atas, diharapkannya menjadi pemicu sekaligus semangat agar mitra kerja di tingkat kabupaten bisa bersinergi karena besarnya penerimaan yang diserahkan kepada daerah penghasil.
Terlebih untuk Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru sebagai wilayah paling besar yang memanfaatkan PAP.
“Perusahaan terbanyak ada di Tanah Bumbu dan Kotabaru untuk sektor pertambangan serta perkebunan,” tambahnya
Selain itu tim pembina Samsat se-Kalsel terus meminta bekerja optimal mengejar potensi pendapatan daerah tersebut.
Jika melihat klausul pendataan di lapangan untuk 13 kabupaten/kota se-Kalsel perusahaan yang memanfaatkan PAP ini hanya 200 perusahaan, meski sebelum pendataan terdaftar 400 perusahaan.
“Kami berharap para pengusaha maupun perusahaan bisa menjadi pelopor sadar wajib pajak karena semua penerimaan itu demi keberlanjutan pembangunan di Banua,” tuturnya.
“Perusahaan itu banyak yang tutup tidak beroperasi lagi sehingga kepastian data itu didapatkan hanya 50 persen saja dari perusahaan aktif,” pungkasnya.






