Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pembangunan transportasi massal di Kalimantan Selatan (Kalsel) kian mendapat perhatian serius. Pemerintah Provinsi (Pemprov Kalsel) memastikan komitmennya mendorong pengembangan angkutan massal di wilayah Banua Anam, Tanah Bumbu, dan Kotabaru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata.
Dalam Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Angkutan Massal Perkotaan di Banjarmasin, terungkap bahwa kawasan Banua Anam, Tanah Bumbu, dan Kotabaru direncanakan memiliki sistem transportasi massal serupa Trans Banjarbakula. Langkah ini dianggap strategis untuk membuka akses dan konektivitas antardaerah.
“Transportasi menjadi penggerak utama ekonomi. Kawasan industri yang kita rancang tidak akan optimal tanpa akses transportasi yang menunjang. Dengan transportasi yang baik, kita harapkan angka kemiskinan dan pengangguran juga akan menurun,” ujar anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, H. Firmansyah Rabu(2/7)
Pemprov Kalsel melalui Bappeda menegaskan pentingnya intervensi terencana. Komitmen bersama antara Gubernur dan para Bupati akan dituangkan dalam bentuk rencana aksi konkret. Targetnya, pada tahun 2029 minimal infrastruktur transportasi dasar sudah terbangun di wilayah-wilayah strategis tersebut.
Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Pemprov berharap hasil nyata pengembangan transportasi sudah terlihat. Keberhasilan Trans Banjarbakula dijadikan contoh model. Sistem transportasi massal ini dinilai efektif memfasilitasi mobilitas orang dan barang, yang pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Selain meningkatkan mobilitas, transportasi massal juga mendukung distribusi produk dan bahan baku yang lebih lancar bagi sektor industri. Infrastruktur yang baik membantu menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing, dan membuka akses ke layanan pendidikan, kesehatan, serta hiburan bagi masyarakat.
“Ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam mewujudkan pemerataan pembangunan antarwilayah di Kalimantan Selatan,” pungkas Firmansyah.
Dengan pengembangan transportasi massal yang terencana, Kalsel berharap dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor konstruksi, manufaktur, dan operasional. Investasi pada transportasi massal bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga investasi dalam kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.






