Menjelang Musda, Syarif Faisal Gelar Konsolidasi: Jaga Marwah Partai Golkar Batola

Teks foto: Syarif Faisal menggelar Konsolidasi organisasi sebagai langkah memperkuat soliditas internal, Rabu (3/12) menjelang Musda XI pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Batola pada 14 Desember 2025. (Ist)

Barito Kuala, wartaberitaindonesia.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Barito Kuala (Batola) pada 14 Desember 2025, Syarif Faisal menggelar konsolidasi organisasi sebagai langkah memperkuat soliditas internal.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/12/2025) tersebut mengangkat tema “Menjaga Marwah Partai Golkar Kabupaten Barito Kuala.”

 

Dalam sambutannya, Syarif Faisal menekankan pentingnya menjaga kekompakan kader menjelang Musda agar proses pemilihan kepengurusan berjalan kondusif, demokratis, dan sesuai aturan partai.

 

“Menjaga marwah partai adalah tugas bersama. Kita ingin Musda berjalan tertib, bermartabat, dan melahirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat Golkar di Barito Kuala,” ujarnya di hadapan para pengurus dan simpatisan.

 

Konsolidasi ini juga menjadi ajang silaturahmi antarkader sekaligus menyamakan visi dan langkah strategis menghadapi dinamika politik lokal. Para peserta menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu membangun kembali semangat kolektif di tubuh Golkar Batola.

 

Menjelang Musda XI, sebanyak 16 pemilik suara sah turut hadir dalam konsolidasi dan mempertegas dukungan kepada Syarif Faisal sebagai bakal calon ketua. Acara itu dihadiri perwakilan Pengurus Kecamatan (PK), Hasta Karya Golkar, dan organisasi sayap lainnya.

 

Para pemilik suara menegaskan bahwa Musda harus berjalan sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai serta memastikan setiap bakal calon memenuhi seluruh persyaratan secara objektif. Komitmen ini sekaligus menanggapi munculnya gerakan dari calon lain yang diduga ingin mengambil “jalan pintas” menuju kursi ketua.

 

“Dengan tekad menjaga marwah partai, kami menginginkan jangan sampai terjadi pelanggaran AD/ART dalam Musda XI DPD Partai Golkar Batola,” tegas Syarif.

 

Ia menyatakan memahami dinamika yang berkembang, namun menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan aturan main yang telah diperjuangkan partai selama ini.

 

Musda XI DPD Partai Golkar Batola semula dijadwalkan pada 6 Desember 2025, dengan pendaftaran bakal calon pada 1–3 Desember dan verifikasi pada 4–5 Desember.

 

Namun setelah diajukan ke DPD Golkar Kalimantan Selatan, jadwal tersebut dinilai berbenturan dengan agenda serupa di daerah lain sehingga Musda diundur menjadi 14 Desember 2025.

 

Terlepas dari perubahan jadwal, mayoritas pemilik suara sah tetap menyatakan dukungan kepada Syarif Faisal yang telah menjadi kader Golkar sejak 2007.

 

Syarat pencalonan ketua adalah memperoleh minimal 30 persen dukungan atau 7 suara dari total 22 pemilik suara sah. Syarif menyebut pihaknya telah mengantongi 16 dukungan.

 

“Alhamdulillah dari total 22 voters, kami mengumpulkan 16 dukungan. Insya Allah mereka tidak akan mengubah dukungan, sekalipun calon lain memberikan berbagai macam janji,” ujarnya.

 

Syarif menambahkan bahwa Golkar terbuka bagi bakal calon dari eksternal, namun tetap harus melalui mekanisme partai, termasuk mendapatkan rekomendasi DPP. Rekomendasi tersebut, tegasnya, hanya untuk mengikuti kontestasi, bukan untuk penunjukan aklamasi.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *