Paringin, wartaberitaindonesia.com – Wakil Bupati (Wabup) Balangan, Akhmad Fauzi, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan ketepatan sasaran dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Balangan tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang diselenggarakan oleh Bapperida Balangan, Kamis (5/3/2026).
Dalam sambutannya, Akhmad Fauzi menyatakan bahwa persoalan kemiskinan bukan sekadar tanggung jawab satu instansi, melainkan komitmen bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, perbankan, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi, terukur, dan berbasis data akurat agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyusun program yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya kelompok rentan. Fauzi menekankan agar program tersebut berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat, bukan sekadar pemberian bantuan jangka pendek.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya sinkronisasi data untuk menghindari tumpang tindih program maupun penerima manfaat. Menurutnya, pemanfaatan data terpadu adalah kunci efektivitas intervensi pemerintah.
“Sinkronisasi data sangat krusial agar tidak ada program yang tumpang tindih. Kita ingin memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Fauzi juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diharapkan mampu memperkuat langkah pemerintah dalam menekan angka kemiskinan.
Menutup arahannya, Akhmad Fauzi berharap rakor ini menghasilkan komitmen bersama dan langkah konkret yang terukur. Targetnya, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Balangan pada tahun 2026 dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.






