Antisipasi El Nino, Polres Gunung Mas Perkuat Sinergi Penanggulangan Karhutla

Teks foto : Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo saat memimpin Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) penanggulangan Karhutla di Lapangan Tantya Sudhirajati, Kuala Kurun, Jumat (17/4). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino 2026. (Ist)

Kuala Kurun, wartaberitaindonesia.com – Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas, Polda Kalteng, menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Jumat (17/4/2026). Langkah proaktif ini diambil untuk menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada pertengahan tahun ini.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Tantya Sudhirajati, Jalan Bhayangkara No. 01, Kuala Kurun ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H. Apel ini turut dihadiri perwakilan Dandim 1018/Gumas, jajaran Kepala Dinas Pemkab Gunung Mas, BPBD, Satpol-PP, hingga personel pemadam kebakaran sebagai bentuk soliditas lintas sektoral.

 

Dalam amanat Kapolda Kalteng yang dibacakannya, Kapolres menekankan bahwa apel ini memiliki makna strategis sebagai wujud kesiapan dini. Hal ini sangat krusial mengingat karakteristik lahan gambut di Kalimantan Tengah yang sangat rentan terbakar saat memasuki musim kemarau panjang.

 

Berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena El Nino tahun 2026 berpotensi menyebabkan kekeringan panjang pada semester kedua dengan peluang hingga 80 persen. Kondisi ini menjadi peringatan dini (early warning) bagi seluruh pemangku kepentingan untuk segera memetakan titik-titik rawan api.

 

“Dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, namun juga menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan ekonomi. Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama. Kita tidak boleh menunggu api membesar,” tegas AKBP Heru Eko Wibowo.

 

Kapolres juga menginstruksikan penguatan deteksi dini serta penegakan hukum yang tegas bagi pelaku pembakaran hutan untuk memberikan efek jera. Selain itu, pemberdayaan masyarakat menjadi kunci agar warga menjadi garda terdepan dalam melaporkan titik api dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

 

Usai apel, dilakukan pemeriksaan intensif terhadap kesiapan alat pemadam kebakaran dan kendaraan dinas untuk memastikan seluruh sarpras dalam kondisi prima. Kegiatan berakhir pada pukul 09.00 WIB dengan situasi aman dan kondusif, menandai kesiapan penuh Polres Gunung Mas dalam melindungi masyarakat dari ancaman Karhutla.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *