Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SMA dan SMK harus menjadi momentum pembentukan karakter, akhlak, serta budaya belajar yang positif.
Menurut Habib Umar, MPLS bukan sekadar formalitas mengenalkan lingkungan fisik sekolah. Kegiatan ini merupakan pintu awal bagi peserta didik untuk memahami tata tertib, budaya sekolah, serta nilai-nilai penting selama menempuh pendidikan.
“Anak-anak yang baru memasuki jenjang SMA dan SMK sedang berada pada masa adaptasi. Mereka membutuhkan pendampingan agar tumbuh rasa percaya diri, semangat belajar, dan kecintaan terhadap sekolah,” ujar Habib Umar.
Ia menekankan agar seluruh sekolah menyelenggarakan MPLS secara edukatif dan humanis. Pihak sekolah wajib memastikan kegiatan tersebut bebas dari praktik perpeloncoan, intimidasi, maupun perundungan (bullying) yang dapat berdampak buruk pada psikologis siswa baru.
Lebih lanjut, legislator PKS ini mendorong penguatan materi MPLS. Ia meminta sekolah memperkaya materi dengan pendidikan karakter, pembinaan akhlak, wawasan kebangsaan, literasi digital, pendidikan anti-narkoba, serta etika sehari-hari.
Tantangan perkembangan teknologi dan media sosial saat ini, lanjutnya, menuntut sekolah tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Sekolah juga harus melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki integritas, adab, dan rasa tanggung jawab.
Guna mewujudkan hal tersebut, Habib Umar mengajak guru, kakak kelas, dan seluruh warga sekolah untuk menjadi teladan yang baik bagi peserta didik baru. Pendekatan ini penting agar proses adaptasi siswa berlangsung nyaman, aman, dan menyenangkan.
“Kami berharap MPLS tahun ajaran baru ini berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat besar bagi siswa. Jadikan kegiatan ini sebagai awal membangun persaudaraan, disiplin, serta karakter yang kuat sejak hari pertama di sekolah,” pungkasnya.






