Jakarta,
wartaberitaindonesia.com
– Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berharap ada upaya konkrit dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait penanganan pasca longsornya jalan nasional di Desa Satui Barat KM 171 Kabupaten Tanah Bumbu.
“Hingga kini belum anda kejelasan langkah perbaikannya,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H. Gusti Abidinsyah kepada wartaberitaindonesia.com
di sela kunker ke Kementerian PUPR, Senin (28/11).
Ia menegaskan pihaknya terus berjuang dan berjanji kepada masyarakat bahwa masalah jalan tersebut terus disuarakan kepada Pemerintah Pusat.
“Kami datang ke Kementerian ini guna
mempertanyakan tindak lanjut penanganannya seperti apa,” ujarnya.
Abidinsyah mengungkapkan dari hasil dialog tadi pihaknya meminta ketegasan dan kejelasan terhadap penanganan jalan nasional yang longsor tersebut, karena akses darat ini sangat penting bagi kelancaran aktivitas masyarakat.
Dalam hal ini Komisi III telah menyampaikan data-data dengan jelas dan respon dari Kementerian PUPR menunggu hasil survey, hasil Detail Engineering Desain (DED).
“Alhamdulillah ada titik terang, saat ini hasil DED survey nantinya menentukan apakah jalan nasional itu tetap disana atau dipindahkan ke jalan alternatif,” terangnya.
Ia berharap jika opsi nantinya pemindahan jalan nasional ke jalan alternatif maka pihaknya meminta kepada penambang di sekitar jalan tersebut, agar lebih memperhatikan keselamatan dan mempertimbangkan longsor serupa agar tidak terjadi lagi.
“Kita tunggu saja hasil survey, maupun desainnya, kalau memang jalan yang longsor tidak bisa diperbaiki jauh dari kata layak maka Komisi III meminta percepat penyelesaian jalan alternatif untuk dijadikan jalan nasional,” jelasnya.
Sementara itu Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Kementerian PUPR, Akhmad Cahyadi mengatakan, dari hasil survey lapangan penyebab kerusakan jalan ini disebabkan aktivitas pertambangan. Bahkan hasil kesempakatan bersama Kementerian ESDM, diminta tahun 2023 disiapkan DED-nya.
“BPJN juga telah menyiapkan kajian atau desain untuk penanganan longsor, sedang Kementerian PUPR sedang berfokus agar jalan tetap lancar,” tukasnya.






