Kuala Kurun, wartaberitaindonesia.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera menyiapkan skema jangka pendek dalam mengantisipasi potensi keterlambatan transfer dana dari Pemerintah Pusat. Hal ini dinilai penting mengingat besarnya ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat untuk mendukung jalannya pembangunan dan pelayanan publik.
Banggar menekankan, keterlambatan transfer dana bisa berdampak langsung pada kelancaran program serta kegiatan yang telah direncanakan. Karena itu, diperlukan langkah antisipasi agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan anggaran maupun pelayanan masyarakat.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya pemantauan ketat terhadap realisasi belanja daerah hingga triwulan IV. Dengan langkah ini, diharapkan likuiditas anggaran tetap terkendali sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
“Pengelolaan keuangan daerah harus benar-benar diperhatikan, terutama di sisa tahun anggaran berjalan. Jangan sampai terjadi penumpukan kegiatan di akhir tahun yang justru mengganggu kualitas program,” tegas juru bicara Banggar DPRD Gumas Charles Frengki.
DPRD juga mengharapkan agar setiap perangkat daerah lebih cermat dalam menyusun maupun menyempurnakan anggaran. Penyusunan tersebut harus dilakukan secara terukur dengan mengacu pada prognosis anggaran yang telah ditetapkan.
Dengan anggaran yang terencana secara baik, program maupun kegiatan yang diusulkan akan lebih tepat sasaran, menghasilkan output nyata, serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Banggar menekankan, seluruh kegiatan yang telah masuk dalam perencanaan harus dapat diselesaikan dalam tahun anggaran berjalan. Hal ini untuk memastikan tidak ada kegiatan yang mangkrak ataupun tertunda akibat lemahnya perencanaan dan penganggaran.
“Harapan kami, setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat, tidak hanya berhenti pada serapan anggaran semata, tetapi melahirkan hasil nyata di lapangan,” pungkasnya.






