Capaian MTQH XXXIII Kalteng Jadi Tolok Ukur Kebijakan Keagamaan Barut

Teks foto: Acara Malam Ramah Tamah dan Silaturahim Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalteng di Kota Muara Teweh, Sabtu (15/11). (Ist)

Muara Teweh, wartaberitaindonesia.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara (Barut) menegaskan bahwa hasil kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menjadi instrumen evaluasi utama terhadap efektivitas kebijakan keagamaan di daerah tersebut. Keberhasilan atau kegagalan kafilah Barut dalam ajang ini akan dianalisis secara mendalam sebagai bahan masukan berharga bagi legislatif.

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Barut, H. Parmana Setiawan, menekankan pentingnya pengukuran capaian prestasi secara objektif. Menurutnya, hasil tersebut akan memandu penentuan arah dan prioritas kebijakan pembangunan spiritual masyarakat di masa mendatang.

 

“Analisis ini akan memandu perbaikan program pembinaan keagamaan yang selama ini berjalan,” ujar Parmana di Muara Teweh.

 

Parmana berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Barut dapat menyajikan data serta analisis yang komprehensif terkait seluruh proses pembinaan. Evaluasi ini mencakup pembinaan berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

 

Seluruh anggota DPRD yang hadir dalam kesempatan tersebut sepakat perihal perlunya akuntabilitas. Mereka menekankan bahwa setiap program pembinaan keagamaan yang didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus memiliki hasil yang terukur.

 

Oleh karena itu, kebijakan yang diambil ke depan wajib berbasis data dan evaluasi yang valid. DPRD Barut berkomitmen menjadikan MTQH sebagai barometer penting untuk memastikan kualitas hidup spiritual masyarakat terus meningkat melalui kebijakan yang tepat sasaran dan efektif.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *