Festival Layang-layang kembali Digelar di Batola

Teks foto: Suasana Festival Layang-layang Batola di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit yang diikuti ratusan perserta. (ist)

Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Sempat tertunda akibat Covid-19, Festival Layang-layang di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, kembali digelar di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, diikuti ratusan perserta.

Festival Layang-layang berlangsung sejak 18 hingga 20 Agustus 2023 di eks kawasan Hari Pangan Sedunia (HPS), yakni pada tahun 2018 lalu, event tersebut memperlombakan kategori aduan dan kreasi modern.

Bacaan Lainnya

Untuk peserta kategori aduan atau bategangan diikuti sekitar 128 peserta Sedangkan kategori kreasi modern diramaikan 70 peserta.

Penjabat Bupati Mujiyat, mengatakan, seiring antusiasme masyarakat, layang-layang juga dapat menjadi aset yang mampu menggerakkan ekonomi dan pariwisata.

“Tentu kami berharap Festival Layang–layang di Batola rutin dilaksanakan setiap tahun, sekaligus menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Festival Layang-layang ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) dan KORMI Batola dengan memperebutkan hadiah yang cukup besar.

Kapala Disporbudpar Batola, Sabirin, menambakan peserta yang mengikuti festival layang-layang cukup antusias, yaitu untuk kategori aduan, sang jawara memperoleh hadiah Rp5 juta. Kemudian runner up Rp4 juta, peringkat ketiga Rp3 juta dan peringkat keempat Rp2 juta.

Sementara kategori kreasi menyediakan hadiah hingga peringkat enam. Juara berhak atas hadiah sebesar Rp5 juta dan ditambah Rp5 Juta dari Pj Bupati, runner up Rp4 juta, dan peringkat ketiga Rp3,5 juta.

Selanjutnya peringkat empat mendapatkan hadiah sebesar Rp3 juta, peringkat lima Rp2,5 juta dan peringkat keenam mendapatkan Rp2 juta.

“Untuk peserta sendiri tidak hanya diikuti dari wilayah Kabupaten Batola, namun juga dari Kabupaten Tapin, Kotabaru, Balangan dan ada juga dari Provinsi Kalteng,” jelasnya Sabirin

Peraih juara pertama katagori aduan, Rizki Batuah, mengungkapkan, untuk strategi sehingga menjadi juara,sama saja dengan yang lainnya.

“Walaupun tadi sempat mengalami kesalahan pada ronde ke dua, akibat kecolongan layang-layang sempat terputus, kemudian pada ronde ke tiga berusaha main lebih tenang sehingga bisa membuat layang-layang lawan terjatuh,” imbuhnya.

Sementara itu peraih peringkat dua katagori kreasi modern, Ade Sopyan, mengatakan, untuk mengikuti event ini kita mempersiapkan selama kurang lebih satu bulan, dengan bentuk atau motif layang-layang kesatria Bakumpai (Dayak Bakumpai ).

“Untuk event layang-layang hias sudah sering mengikuti di wilayah Kalimatan Selatan, dan juga pernah mengikuti event nasional di daerah pulau jawa dan mendapatkan peringkat juara 2,” tukasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *