Kampanye di Cerbon, Rahmadian Noor-Sumarji Paparkan Program Pendidikan hingga Infrastruktur

Teks foto: Paslon Bupati dan Wakil Bupati Batola nomor urut dua H Rahmadian Noor-H Sumarji saat kampanye dialogis di Desa Bantuil, Kecamatan Cerbon, Senin (14/10/2024). (Ist)

Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala (Batola) H Rahmadian Noor-H Sumarji menggelar kampanye dialogis di Desa Bantuil, Kecamatan Cerbon, tepatnya di sekitar Monumen BN 10 Cerbon ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, Senin (14/10/2024).

Rahmadian Noor mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada warga Cerbon yang hadir untuk mendukung pasangan calon nomor urut 2 ini.

Bacaan Lainnya

Warga pun dengan antusias menyimak visi misi dan program yang disampaikan H Rahmadian Noor-H Sumarji (RAMA).

Rahmadian Noor memaparkan program yang mencakup berbagai sektor penting seperti
pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batola secara menyeluruh.

Di antaranya mulai dari, pembangunan jalan dan jembatan, penyediaan satu bidan untuk satu desa, hingga pengadaan peralatan pertanian untuk mendukung agrobisnis pertanian.

Kemudian, subsidi listrik untuk tempat ibadah, dan santunan kematian untuk masyarakat ekonomi lemah senilai Rp1,5 juta.

Salah satu program yang mendapat perhatian besar dari warga adalah program pendidikan, yaitu pemberian beasiswa untuk anak didik yang tidak mampu.

“Tidak hanya pendidikan dasar, kami akan memperbanyak program beasiswa untuk anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Rahmadian Noor.

Masih dalam program pendidikan, RAMA juja akan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berpengetahuan dan berdaya saing.

“Hal yang tidak kalah penting adalah peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya Upah Harian Lepas (UHL) untuk non-ASN di tingkat pendidikan dasar,” jelas Sumarji.

“Memang UHL sekarang sudah dinaikkan menjadi Rp350 ribu. Namun angka ini tidak seberapa dan belum mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Sumarji mantan Kepala Dinas Pendidikan di Batola ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *