Ketua DPRD Barut Tekankan Sinergi Strategis Pemerintah dan Sektor Swasta untuk Pembangunan Inklusif

Teks foto: Pemkab Barut saat menggelar Rakor dan Sinkronisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) serta Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Ist)

Muara Teweh, wartaberitainfonesia.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara (Barut), Ir. Hj. Mery Rukaini, M.IP, menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan dunia usaha atau sektor swasta.

 

Bacaan Lainnya

Kolaborasi ini dinilai sebagai kunci fundamental untuk mengoptimalkan potensi daerah dan mewujudkan pembangunan Barut yang lebih inklusif serta berkelanjutan di masa depan.

 

Dalam pernyataannya, Hj. Mery Rukaini mengemukakan bahwa peran dunia usaha tidak lagi terbatas hanya sebagai pembayar pajak. Sebaliknya, sektor swasta harus bertransformasi menjadi mitra strategis dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan daerah.

 

“Keterlibatan sektor swasta sangat krusial, terutama dalam aspek investasi, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi,” ujar Hj. Mery.

 

Sinergi yang solid antara kedua belah pihak diyakini akan memastikan bahwa kebijakan daerah mampu mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berdaya saing.

 

Lebih lanjut, Hj. Mery menyoroti signifikansi konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Ia menekankan prinsip keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kelestarian lingkungan alam, dan kesejahteraan sosial.

 

“Setiap kegiatan usaha dan proyek pemerintah wajib mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan sosial masyarakat. Keseimbangan ini harus menjadi prinsip utama,” tegasnya.

 

Menyikapi hal tersebut, ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut untuk proaktif menciptakan iklim investasi yang kondusif. Lingkungan investasi yang transparan, memberikan kepastian hukum, dan ramah terhadap pelaku usaha akan menarik masuknya investasi baru serta memperkuat eksistensi investor yang telah ada.

 

Sinergi yang terjalin erat ini, menurut Hj. Mery, merupakan modal utama Barut dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk pengusaha lokal dan nasional, untuk duduk bersama dan menyelaraskan visi pembangunan daerah.

 

Komitmen kolektif ini diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan Barut secara merata dan berkesinambungan, demi kemajuan daerah yang optimal.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *