Mujiyat Lepas Mahasiswa Peserta KKN dan Tematik Stunting di Batola

Teks foto: Pj Bupati Kabupaten Barito Kuala Mujiyat memberikan sambutan pada acara pelepasan mahasiswa KKN dan Tematik Stunting, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, di Aula Mufakat Kantor Bupati setempat, Kamis (01/02). (Istimewa)

Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Barito Kuala (Batola) Mujiyat, melepas
mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Tematik Stunting, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, bertempat di Aula Mufakat Kantor Bupati Batola, Kamis (01/02/2024).

Acara pelepasan dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin beserta dosen dimana para
mahasiswanya yang akan
melakukan pengabdian di tengah masyarakat tersebut akan ditempatkan di empat wilayah kecamatan, yaitu
Kecamatan Alalak, Bakumpai, Tabunganen dan Anjir Muara.

Bacaan Lainnya

Dalam pengabdian selama satu bulan itu mereka fokus untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting. Pasalnya, di empat kecamatan itu angka stunting tertinggi di Kabupaten Batola.

Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Prof Dr Khudzaifah Dimyati, mengharapkan mahasiswanya bisa memberikan ilmunya, minimal solusi atau memberikan arahan beberapa informasi seputar stunting kepada masyarakat.

“Karena ini agenda tematik, kita harapkan mahasiswa kami bisa memberikan arahan dan informasi penting tentang stunting. Agar jangan sampai kemudian kasus stunting kembali meningkat,” harapnya.

Karena kata rektor dari hasil perbincangan dengan Pj Bupati, disebutkan jika angka stunting di Batola, mencapai 30 persen, kemudian bisa ditekan menjadi 11 persen.

“Untuk itu mahasiswa kami diminta turun, mereka dari berbagai fakultas, diantaranya Keguruan, Psikologi, Teknik dan Ilmu Agama,” sebutnya.

Seperti Fakultas Teknik lanjut Khuzaifa, barang kali mereka bisa memberikan informasi kepada masyarakat terkait sanitasi, kemudian Psikologi berkaitan aspek sosial dan budaya, Keguruan mengedukasi, agar jangan sampai angka stunting naik.

“Karena ini program pemerintah, maka mahasiswa kita memberikan bantuan seadanya. Semoga mereka memberikan pengabdian ke masyarakat, karena salah satu aspek sebuah pendidikan tinggi adalah pembelajaran riset dan pengabdian,” terangnya.

Kepala Bapelitbang Batola Munadi, menambahkan jika keberadaan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin salah satu modal Pemkab Batola untuk meningkatkan SDM yang sudah ada.

“Kita sudah menjalin kerja sama selama dua tahun lebih. Jadi di setiap semester ganjil mahasiswa yang datang KKN dari Fakultas Kesehatan, dan di semester genap mahasiswa Teknik, Psikologi dan lainya,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *