Mujiyat Sah Sandang Gelar Doktor dari ULM

Teks foto: 1. Mujiyat saat memaparkan hasil penelitian. 2. Mujiyat berfoto bersama dengan para penguji. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali berhasil mencetak lulusan doktor ke-4 pada Program Studi (Prodi) S3 Administrasi Pendidikan. Capaian ini diraih oleh Mujiyat setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka di lingkungan ULM.

 

Bacaan Lainnya

Koordinator Program S3 Administrasi Pendidikan ULM, Prof. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D., mengungkapkan bahwa lulusan kali ini meraih hasil yang sangat memuaskan melalui disertasi berjudul “Pengembangan Profesionalisme Guru Berkelanjutan”.

 

“Ini merupakan lulusan keempat dari ujian disertasi terbuka Prodi S3 Administrasi Pendidikan. Hasil penelitian Saudara Mujiyat sangat membanggakan dan sangat relevan untuk diterapkan guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik,” ujar Prof. Suriansyah, Jumat (13/2/2026).

 

Menurut Prof. Suriansyah, penelitian tersebut sangat layak diimplementasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Fokus utamanya adalah menciptakan skema peningkatan mutu guru yang berkualitas secara berkelanjutan.

 

Senada dengan hal tersebut, penguji dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., turut mengapresiasi topik yang diangkat. Ia menilai kompetensi guru adalah pilar utama dalam menghasilkan mutu pendidikan yang unggul.

 

“Penelitian Pak Mujiyat menawarkan pembaruan. Peningkatan kualitas guru tidak hanya melalui penataran atau pelatihan formal, tetapi harus lewat pengembangan berkelanjutan yang konsisten. Proses perbaikan terus-menerus inilah yang akan menghasilkan guru berkualitas tinggi,” jelas Prof. Bambang.

 

Mujiyat, yang saat ini menjabat sebagai Komite Dewan Komisaris Bank Kalsel dan pernah menduduki jabatan sebagai Penjabat (Pj) Bupati Barito Kuala, berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu singkat, yakni dua setengah tahun lebih empat hari. Ia mengaku sangat terbantu dengan pola bimbingan dosen di ULM yang bersifat membina.

 

“Meski di tengah kesibukan jabatan, menyelesaikan studi ini adalah tanggung jawab moral saya. Menuntut ilmu tidak mengenal batas usia,” tutur Mujiyat.

 

Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan ekosistem pengembangan guru yang lebih sistematis dan berdampak panjang.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *