Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Sudah kurang lebih satu pekan wilayah Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan terendam banjir akibat curah hujan cukup deras.
Dari sembilan desa di Kuripan, sebagian besar masih terendam air dengan ketinggian berpariasi dari 40 cm hingga 50 cm. Ketinggian air ini terkadang bisa bertambah seiring naiknya air pasang laut di Sungai Barito.
Sebanyak 1.563 rumah terdampak banjir yang dihuni 1.303 kepala keluarga atau sekitar 6.278 jiwa. Tepatnya sebagian besar berada di bantaran sungai.
Sementara itu bantuan berupa logistik sendiri sudah disalurkan kepada warga sejak Rabu (31/01/2024), baik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan maupun Batola.
Warga Kecamatan Kuripan sangat berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah daerah, salah satunya peninggian akses jalan agar tetap dapat dilalui, sekalipun air sungai pasang tinggi.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Desa Jambu Baru, Asliannor kepada Penjabat Bupati Batola Mujiyat di sela peninjauan lokasi banjir di Desa Rimbun Tulang.
“Selain Desa Jambu Baru,
air juga menggenangi beberapa ruas jalan Kutabamara sepanjang 2,5 kilometer. Juga terdapat beberapa ruas lain yang tergenang di Jarenang dan Kuripan,” ujarnya.
Selain perbaikan jalan, masyarakat setempat juga menginginkan pembangunan titik kumpul. Meski sudah sering direndam banjir, fasilitas pengungsian sementara ini ternyata belum tersedia di Kuripan.
Kemudian pemulihan pascabanjir, warga menginginkan memperoleh program bedah rumah, terutama peninggian tiang dan perbaikan lantai.
Menanggapi harapan tersebut, Mujiyat menjanjikan bahwa Pemkab Batola akan berupaya memenuhi sebagian dengan cara bertahap.
“Sejumlah keinginan masyarakat di Kuripan sudah kami tampung. Di antaranya peninggian jalan, pembangunan titik kumpul dan meninggikan bangunan sekolah yang terendam,” papar Mujiyat.
“Tentu kami akan mengambil langkah prioritas untuk mewujudkan keinginan tersebut. Diawali dengan pembangunan titik kumpul yang akan dianggarkan dalam Anggaran Perubahan 2024,” tambahnya.
Sementara terkait bedah rumah, Pemkab Batola sedianya sudah mencanangkan perbaikan 650 unit dalam tahun anggaran 2024 dengan sasaran rehabilitasi atap, lantai dan dinding (aladin) senilai Rp25 juta per unit.
“Sesuai permintaan masyarakat Kuripan, sasaran utama rehabilitasi adalah meninggikan tiang dan lantai rumah. Artinya hanya istilah yang diubah, tetapi dengan bujet kurang lebih sama,” tegas Mujiyat.
Adapun terkait perbaikan jalan, Batola berharap campur tangan Pemprov Kalimantan Selatan. Hal ini sudah terbukti dalam peningkatan jalan Kuala Lupak dan Tanggul Rejo di Tabunganen.
“Kami akan melapor kepada Gubernur Kalimantan Selatan. Meski jalan di Kuripan merupakan ranah kabupaten, tidak menutup kemungkinan provinsi campur tangan,” pungkas Mujiyat.






