“Ngupi Bakisahan”, Diaz Sasongko: Jaga Situasi Batola Tetap Kondusif

Teks foto: Kapolres Batola AKBP Diaz Sasongko menyampaikan paparannya di acara Forum Group Disscussion (FGD), bertajuk "Ngupi Bakisahan", Rabu (15/11/2023) siang. (foto: istimewa)

Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Polres Barito Kuala (Batola) Polda Kalsel, menggelar Forum Group Disscussion (FGD), bertajuk “Ngupi Bakisahan”, bertempat di Aula Meeting Room BBC Cafe & Coffee Desa Baliuk, Kecamatan Marabahan, Rabu (15/11/2023) siang.

Kegiatan ini dihadiri Kapolres Batola AKBP Diaz Sasongko dan jajaran,
Kajari Batola, Eben Neser Silalahi, serta Ketua Pengadilan Negeri (PN) Yeni Eko Purwaningsih.
Kemudian perwakilan Dandim 1005, serta komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batola.

Bacaan Lainnya

Juga sejumlah ketua maupun penghubung partai politik. Di antara yang berhadir adalah Ketua DPC PDIP Batola, Fahrin Nizar, dan H Rahmadian Noor selaku Ketua DPD Partai Golkar serta
Sekertaris DPRD Batola M. Haris Isroyani.

Diaz Sasongko mengatakan meski bukan kegiatan formal, Ngupi Bakisahan merupakan upaya bersama agar menjaga situasi di Batola tetap kondusif.

“Dengan demikian, Pemkab Batola dapat fokus terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024, serta tidak membuang-buang energi hanya untuk memadamkan persoalan yang bisa mengganggu pembangunan,” ujarnya.

Diketahui Polres Batola menyiapkan kurang lebih 425 personel selama Operasi Mantap Brata Intan untuk pengamanan selama Pemilu 2024.

Adapun jumlah yang disiagakan belum termasuk BKO dari Sat Brimobda Polda Kalsel, serta sepertiga kekuatan yang berada di Polres Batola.

Ratusan personel tersebut akan disiagakan di TPS, Kantor KPU dan Bawaslu Batola, serta gudang logistik di Gedung Serbaguna Batola.

Sementara Eben Neser mengingatkan partai politik untuk menghindari kecurangan. Salah satunya politik uang melalui serangan fajar atau aksi lainnya.

“Menjadi pemimpin yang baik seharusnya dimulai dengan kebaikan pula. Pun kami berkomitmen mengusut kecurangan-kecurangan yang dilakukan,” tegas Eben Neser.

“Bagaimanapun tindak kecurangan akan menjadi contoh yang buruk kepada pemilih dari kalangan milenial, sekaligus mengganggu pencapaian Indonesia Emas 2045,” sambungnya.

Di sisi lain, parpol juga meminta komitmen penyelenggara pemilu agar tetap berlaku sesuai peraturan. Selanjutnya ASN, TNI dan Polri di Batola juga diharapkan tetap menjaga netralitas.

“Seperti pertandingan sepakbola. Akan percuma kalau pemain sudah tampil bagus, tetapi tidak diimbangi ketaatan wasit dan perangkat pertandingan terhadap rule of the game,” tukas Fahrin Nizar.

Sedangkan Rahmadian Noor meyakini penyelenggaraan Pemilu 2024 di Batola berlangsung aman dan kondusif seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, bukan berarti pihak berwenang dapat mengendurkan kewaspadaan.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, salah satu kerawanan dalam pemilu di Batola adalah rekapitulasi suara, baik di tingkat desa maupun kecamatan,” ungkap Rahmadian Noor.

“Makanya kami berharap proses rekapitulasi diawasi lebih ketat, baik oleh penyelenggara pemilu maupun petugas keamanan,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *