Tanah Bumbu, wartaberitaindonesia.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi menegaskan bahwa sektor pertanian perlu dukungan nyata karena perekonomian masyarakat bertumpu di sektor tersebut.
“Sebagai wujud nyata diperlukan dukungan berupa jalan usaha tani, pengairan (irigasi) serta ketersediaan pupuk,” katanya kepada
wartaberitaindonesia.com, Jumat (10/2).
Dia mengharapkan agar harga pupuk diturunkan dan aksesnya dipermudah agar petani bisa memperbaiki perekonomiannya, minimal di daerahnya sendiri.
Saat ini ungkanya harga sejumlah kebutuhan bahan pokok dipasaran mengalami kenaikan.
Kebutuhan pokok yang naik harganya di antaranya, beras dan minyak goreng (migor) kemasan.
Disebutkan harga beras sudah menembus Rp21 ribu per liternya dan
telur ayam ras cenderung mengalami penurunan, sedangkan harga ikan laut dan sungai bisa dibilang cukup terjangkau seperti patin dan tongkol.
Kenaikan harga beras ini disebabkan penurunan produksi beras di sejumlah lahan di Kalsel karena terdampak hama tungro sehingga menyebabkan gagal panen.
“Banyak petani kita yang tidak bisa mengatam dengan baik disebabkan padi mereka rusak akibat hama tungro,” terangnya.
Hanya di Kecamatan Kusan Hilir dan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu yang berhasil panen tanpa terdampak tungro maka terjadi surplus dan tidak kekurangan.
“Jangan sampai inflasi semakin tinggi kasihan masyarakat karena tentu menurunkan daya beli,” tukasnya.






