PGSD ULM gelar Pendampingan Implementasi Digitalisasi Program BANGKIT di Sekolah Dasar

Teks foto: PGSD ULM saat gelar pendampingan implementasi digitalisasi Program BANGKIT di Sekolah Dasar. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pengabdian kepada masyarakat tahun ini memasuki tahun kedua, Program BANGKIT yang merupakan akronim dari Bermoral, Agamis, Numerasi dan literasi, Gerakan Peduli Lingkungan, Kolaborasi, Informasi dan Teknologi, menjadi program komperhensif yang dapat membawa sekolah sukses menjalankan Kurikulum Merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tahun ini program BANGKIT menyusur pada penerapan digitalisasi seluruh langkah model program BANGKIT.

Sekolah-sekolah yang telah menjadi pilot project Program BANGKIT diberikan pelatihan dan pendampingan untuk dapat memasukkan produk-produk program BANGKIT ke dalam digitalisasi sekolah, diantaranya mengaktifkan website dan sosial media sekolah sebagai sarana publikasi dan promosi hasil Program BANGKIT, memanfaatkan berbagai platform website untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran literasi numerasi dan manajemen sekolah, mengaktifkan sistem informasi sekolah, serta memperkuat penanaman kepedulian lingkungan dan karakter siswa dengan memanfaatkan teknologi.

Bacaan Lainnya

Sebagai bentuk dedikasi terhadap pengembangan pendidikan di Kalimantan Selatan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universita Lambung Mangkurat (PGSD ULM) Banjarmasin kembali menggelar pengabdian kepada nasyarakat, yang pada tahun ini fokus pada pengembangan implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar yang digagas dengan langkah inovatif yang diberi nama BANGKIT.

BANGKIT merepresentasikan kegigihan untuk membawa satuan pendidikan sekolah dasar untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan komperhensif dan menjalankan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Upaya yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Dr. Noorhapizah, ST., M.Pd, bertekad membawa sekolah-sekolah yang menjadi pilot project Program BANGKIT ke arah sekolah unggul berbasis digitalisasi.

Noorhapizah menuturkan bahwa digitalisasi saat ini bukan sekedar trend, namun harus menjadi budaya sekolah yang dapat dijadikan sebagai sarana mencapai predikat sekolah unggul.

“Di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala sekolah yang masuk pada kategori sekolah unggul jika dipresentasikan paling banyak 50%, oleh karena itu peran kita masih dibutuhkan untuk dapat membawa sekolah-sekolah yang belum mencapai predikat sekolah unggul untuk dapat melangkah bersama memenuhi seluruh standar nasional pendidikan, ditambah dengan dengan menerapkan digitalisasi. Program Bangkit menjadi solusi untuk dapat membantu sekolah dasar meraih predikat unggul,” paparnya.

Pelatihan yang digelar dari bulan Mei hingga Juli 2024, memberikan bekal kepada kepala sekolah, guru dan operator sekolah untuk bersama membenahi sistem informasi sekolah, meningkatkan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila pada berbagai dimensi dan tema yang ditetapkan Kemendikbudristek, serta mengembangkan berbagai bentuk digitalisasi sekolah yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi sumber daya manusia dan sarana prasarana yang dimiliki sekolah.

Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan yang dilakukan berkelanjutan hingga bulan Desember mendatang. “Harapannya, semakin bertambah jumlah sekolah yang mencapai predikat sekolah unggul agar layanan yang diberikan kepada peserta didik semakin berkualitas,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *