Banjar,
wartaberitaindonesia.com – Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Habib Farhan BSA mengakui memang rehabilitasi jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar sedang berlangsung sehingga dampaknya sedikit menghambat arus lalu lintas.
“Kondisi tersebut bisa semakin kurang nyaman terlihat jika ada laju mobil tertahan diatas jembatan darurat di areal proyek pekerjaan,” katanya, Senin (11/11).
Terlepas itu semua diharapkannya kolaborasi untuk koordinasi bisa diintensifkan baik kontraktor, Dishub, PUPR, Pemprov, Pemkab hingga kepolisian agar lalu lintas di sana tidak mengalami kemacetan parah karena arus lalulintas tidak terorganisir dengan baik.
“Kami hanya ingin dampaknya bisa diminimalisir,” ujarnya.
Di lain sisi peningkatan kualitas hingga rehab total infrastruktur jembatan tersebut bersifat urgensi demi jangka panjang agar trasportasi kendaraan semakin nyaman dan kemacetan bisa dihindari sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.
Oleh karena itu pihaknya akan melakukan RDP secepatnya bersama PUPR untuk mencari solusi terkait penyelesaian pekerjaan pembagunan jembatan Mataraman di Jalan A Yani Km 58.
“Mereka berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret mengatasi masalah tersebut,” harap politisi PKB ini.
Dia menegaskan, rehabilitasi jembatan ini bisa rampung sebelum pelaksanaan haul guru Sekumpul dan Hari Raya Idul Fitri serta libur tahun baru, yakni akhir Desember 2024, karena momentum hari keagamaan semakin dekat.






