PGSD ULM Gelar Pelatihan Inovatif Digitalisasi Literasi di SDN Sungai Miai 10

Teks foto: Mahasiswa PPG PGSD ULM menyerahkan hasil karya Inovatif berupa Pop Up Book dan Best Practice kepada Kepala SDN Sungai Miai 10, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Pelatihan Inovatif bagi Guru Sekolah Dasar (SD) bertajuk “Digitalisasi Literasi Awal Melalui Media Pop Up Book Berbasis Augmented Reality”.

Menjawab tantangan di era tranformasi digital oleh dua narasumber, Diani Ayu Pratiwi, M.Pd bersama Wardah Refia Rafianti, S.Sn., M.Pd memberikan gambaran isu krusial dalam dunia pendidikan mengenai tantangan dalam penguatan literasi dasar.

Bacaan Lainnya

Data yang dipaparkan oleh narasumber yang dirujuk melalui data PISA 2022, menunjukkan hanya 25% siswa Indonesia yang mencapai tingkat kemampuan minimum dalam membaca.

Menurut hasil sementara survei BPS 2023 mengungkapkan bahwa hanya 17,21% anak yang secara rutin dibacakan buku oleh orang tua mereka.

Di tahun 2024 indeks peningkatan literasi mayarakat Indonesia hanya mencapai 73,52%. Di sisi lain, rendahnya jumlah perpustakaan desa aktif serta minimnya keterlibatan keluarga dalam kegiatan literasi turut memperburuk situasi.

Kondisi tersebut mencerminkan keterbatasan pendekatan konvensional dalam menjawab kebutuhan literasi anak di tengah gempuran konten digital dan visual. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi pembelajaran yang mampu menjembatani dunia literasi dengan dinamika teknologi digital.

Salah satu bentuk terobosan yang relevan dan adaptif adalah pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dalam media pop-up book. Inovasi ini menghadirkan pengalaman literasi yang imersif, interaktif, dan kontekstual bagi anak-anak, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat pemahaman literasi sejak usia dini.

Sebagai respons terhadap isu tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Lambung Mangkurat menginisiasi kegiatan pelatihan inovatif bagi guru di SDN Sungai Miai 10, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, sekaligus mendiseminasikan hasil karya mahasiswa PPG melalui media pembelajaran berbasis AR.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga rangkaian acara:

1. Pelatihan digitalisasi literasi awal melalui media pop-up book berbasis AR bagi para guru sekolah dasar.

2. Penjemputan dan pelepasan mahasiswa asistensi mengajar.

3. Penyerahan hasil karya inovatif mahasiswa PPG.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SDN Sungai Miai 10, Ahmad Syadzali, S.Pd., M.Pd., dan dihadiri oleh para guru, staf sekolah, serta Dosen Pembimbing Lapangan, Diani Ayu Pratiwi, M.Pd.,
Tim Dosen pengabdian Wahdah Refia R., S.Sn., M.Pd.,

Pada sesi diseminasi hasil inovasi, perwakilan mahasiswa asistensi menyampaikan rancangan media pembelajaran yang telah mereka kembangkan selama proses asistensi. Dilanjutkan dengan sesi pelatihan dari narasumber dosen PGSD ULM, yang memaparkan strategi pengembangan literasi anak melalui media pop-up book yang terintegrasi dengan teknologi AR.

Diani Ayu Pratiwi nengatakan, literasi di era digital tidak hanya berbicara tentang kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan untuk berinteraksi dengan konten digital secara aktif dan bermakna.

“Oleh karena itu, inovasi seperti media pop-up berbasis AR ini menjadi sangat penting,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan hasil karya inovatif mahasiswa PPG yang sebelumnya telah dipamerkan dalam gelar karya di FKIP ULM pada 26 Mei 2025 lalu. Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan, mahasiswa aiastensi juga menyerahkan hasil media pembelajaran inovatif beserta kenang-kenangan kepada pihak sekolah dan mengabadikan momen dalam sesi foto bersama.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah dasar dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang adaptif terhadap tantangan abad ke-21, serta menjadi inspirasi bagi guru-guru dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif berbasis teknologi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *