DPRD Kalsel Soroti Peran BWS: Penanganan Sungai Martapura Dinilai Belum Optimal

Teks foto: Anggota DPRD Provinsi Kalsel Ahmad Sarwani saat reses di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Sabtu (4/10). (Ist)

Banjar, wartaberitaindonesia.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Fraksi NasDem, Ahmad Sarwani S.Sos, melakukan reses di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Sabtu (4/10).

 

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, ia meninjau kondisi rumah-rumah warga di bantaran Sungai Martapura yang rusak akibat longsor dan banjir besar tahun 2021.

 

Didampingi pembakal Desa Tanah Abang, Alimuddin, Ahmad Sarwani melihat langsung beberapa titik longsor yang dinilai cukup parah dan hingga kini belum tertangani maksimal.

 

Adapun wilayah terdampak mencakup Desa Sungai Langsat, Sungai Raya, Bawahan Seberang, Bawahan Selan, hingga Desa Tanah Abang.

 

Menurutnya, peran Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam menjaga fungsi sungai Martapura masih belum optimal. “Kondisi sungai kita kian memprihatinkan. Banyak rumah warga runtuh, sungai semakin dangkal, tercemar sampah, bahkan ditumbuhi eceng gondok yang mengganggu aliran air. Balai Sungai seharusnya hadir lebih kuat dalam penanganan,” ujar Ahmad Sarwani.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Fraksi Nasdem, Ahmad Sarwani, Sos memantau ancaman longsor di bantaran sungai Martapura Kabupaten Banjar saat melaksanakan reses

Sungai Martapura merupakan urat nadi ekologis sekaligus jalur ekonomi penting di Kalsel. Namun, permasalahan seperti pencemaran, pendangkalan, penyebaran eceng gondok, hingga tumpukan sampah, membuat kualitas air menurun drastis. Kondisi ini bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu masalah kesehatan dan menurunkan produktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

 

Sarwani menegaskan bahwa solusi perlu ditempuh melalui normalisasi sungai, pengelolaan sampah, dan kolaborasi serius antara BWS dan pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

 

“BWS harus mengambil langkah nyata, bukan hanya menunggu. Pemerintah daerah juga perlu mendorong kebijakan yang berpihak pada lingkungan, agar Sungai Martapura kembali bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya,” tegasnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *