Kandangan, wartaberitaindonesia.com– Tujuh fraksi Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), dalam rapat paripurna, Senin (3/11/2025).
Juru Bicara (Jubir) Fraksi Golkar Yoga Lesmana, mempertanyakan Pemkab HSS telah melakukan pengoptimalan dalam penggunaan aplikasi SIMDA BMD dan E-BMD, yang berfungsi untuk melaporkan data dan informasi mengenai pengelolaan barang milik daerah.
“Apakah aplikasi memiliki modul layanan pengaduan, apabila ditemukan penyalahgunaan barang milik daerah dan penyalahgunaan wewenang kekuasaan penggunaan BMD,” ujar Yoga.
Jubir Fraksi Nasdem Rodi Maulidi, berharap dengan adanya ranperda implementasinya dapat berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Kami harap Pemkab HSS melakukan evaluasi secara berkala agar pelaksanaan pengelolaan BMD tetap sesuai dengan ketentuan peraturan,” ujar Rudi.
Jubir Fraksi PDI-P Muhammad Rizali, berharap agar aset dan BMD yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), agar bisa dikelola oleh swasta atau pihak ketiga.
“Kami harap aset daerah yang PAD, tidak lagi menjadi bebab APBD setiap tahun,” ujarnya.
Jubir Fraksi PKB Muhammad Yurni, meminta pengelolaan BMD benar-benar transparan, efisien, aset mana yang masih bisa dilakukan perawatan dan yang tidak bisa digunakan lagi.
Jubir Fraksi Gerindra Muhazerachman, menilai pembaruan regulasi pengelolaan BMD penting, untuk menjamin kejelasan status, fungsi dan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat dalam pengelolaan aset daerah.
“Kami berharap ketentuan dalam raperda ini dapat mendorong efisiensi penggunaan BMD, dan mencegah pemborosan anggaran,” harapnya.
Jubir Fraksi PPP-Gelora Bustami mengatakan, meminta ada penguatan peran OPD dalam pelaporan dan pengawasan BMD, supaya penggunaannya dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami minta pemda proaktif melakukan publikasi dan edukasi regulasi kepada seluruh OPD dan masyarakat, supaya mempercepat pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah secara optimal,” ujarnya.






