Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pemerhati kebijakan publik, Dr. Akhmad Murjani, mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) independen di setiap perguruan tinggi dan sekolah. Langkah ini dinilai strategis untuk mencegah berbagai persoalan sosial di lingkungan pendidikan.
Murjani menjelaskan bahwa satgas tersebut idealnya melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, jurnalis, ulama, hingga aparat penegak hukum. Keterlibatan lintas sektor ini dianggap krusial agar penanganan kasus seperti kekerasan seksual dan perundungan (bullying) dapat dilakukan secara komprehensif serta objektif.
“Satgas ini menjadi titik awal pencegahan sekaligus penanganan, sehingga kebijakan yang diambil bisa lebih cepat, tepat, dan berkeadilan,” ujar Murjani di Banjarmasin, Selasa (21/4/2026).
Ia menekankan bahwa keberadaan satgas independen juga berfungsi menjaga marwah institusi maupun individu. Dengan adanya wadah ini, penyelesaian masalah dapat dilakukan secara internal terlebih dahulu melalui mekanisme yang terstruktur tanpa harus langsung melibatkan pihak luar secara liar.
Selain itu, kehadiran satgas diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik. Melalui sistem yang profesional dan transparan, setiap laporan yang masuk dipastikan akan tertangani dengan baik.






