Abdul Hadi Lantik Dewan Hakim MTQ ke-16 Tingkat Kabupaten Balangan

Teks foto: Bupati Balangan H Abdul Hadi memberikan sambutan usai melantik Dewan Hakim MTQ Nasional ke-16 Tingkat Kabupaten Balangan, Jumat (18/8). (ist)

Paringin,
wartaberitaindonesia.com – Bupati Balangan H Abdul Hadi melantik Dewan Hakim MTQ Nasional ke-16 Tingkat Kabupaten Balangan.

Pelantikan dan orientasi Dewan Hakim ini dilaksanakan di Aula Mayang Maurai, Jumat (18/8/2023).

Bacaan Lainnya

Adapun MTQ ke-16 Tingkat Kabupaten Balangan kali ini akan digelar di Kecamatan Tebing Tinggi.

“Melihat hasil MTQ tingkat provinsi bulan Juli tadi, di mana Balangan menempati urutan ke-6, dan hingga saat ini, hasil tersebut adalah hasil terbaik yang pernah dicapai oleh Balangan, maka kita patut bersyukur, sangat bersyukur, dan optimis bahwa kemampuan tilawah para qori/qori’ah Balangan konsisten meningkat dari tahun ke tahun,” kata Abdul Hadi dalam sambutannya
usai pelantikan.

Diakuinya hal itu tidak lepas dari istikomahnya LPTQ dan jajarannya, serta para pengajar tilawah, qiro’ah maupun tahfidz, dalam mendorong, membina dan mengasah bibit-bibit qori’/qori’ah Bumi Sanggam.

“Jika kemampuan qori’/qori’ah terus meningkat, maka kualitas dewan hakim juga dituntut untuk terus ditingkatkan,” ujarnya.

Bupati menegaskan peran dewan hakim bukan semata-mata menentukan siapa juara lomba, tetapi lebih luas lagi adalah sebagai penjaga dan pengendali mutu.

“Tinggi rendahnya mutu output sumber daya manusia dalam tilawah Al Qur’an akan sangat dipengaruhi oleh kualitas, kepekaan dan tingkat pemahaman para hakim akan tilawah Al Qur’an dan seluk-beluknya,” ujarnya.

Dari sini lanjutnya, tergambar peran kunci dan tanggung jawab yang diamanatkan kepada dewan hakim MTQ, serta pengaruhnya terhadap perkembangan tilawah Al Qur’an di masa-masa mendatang di Banua Sanggam.

“Atas perkembangan itu, dan tentunya juga atas komitmen dan konsistensi kita semua patut memberi apresiasi dan mendukung agar dewan hakim MTQ kita terdiri dari orang-orang yang terbaik di bidangnya yang dapat bekerja dengan maksimal,”
ucapnya.

“Kemudian mampu mendorong atau menstimulir para qori’/qori’ah peserta lomba untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka tanpa sedikitpun membatasi implementasi pemahaman dan kemampuan masing-masing dalam melaksanakan tugasnya, terutama saat berada di arena lomba,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *