Anjir Muara Lama Lestarikan Bela Diri Kuntau

Teks foto: Latihan bela diri tradisional Perguruan Kuntau Rindu Menangis di Handil Masjid, Anjir Muara Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (16/10/2023) malam.

Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Warga Desa Anjir Muara Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, tetap melestarikan salah satu budaya tradisional, yakni seni bela diri tradisional Kuntau Jagau.

Hal ini terlihat saat dilaksanakannya latihan Kuntau yang dibawakan Perguruan Kuntau Rindu Menangis, bertempat di Handil Masjid, Anjir Muara Lama, Selasa (16/10/2023) malam.

Bacaan Lainnya

Suara serunai sejenis alat musik tiup tradisional dibarengi tetabuhan gendang (babun) dan gamelan, mengiringi latihan bela diri tradisional tersebut.

Sesekali saat mengeluarkan jurus-jurus andalan diselingi tingkah lucu, membuat warga sekitar yang tengah menonton bertepuk tangan dan tertawa.

Bela diri tradisional ini masih sering ditampilkan di wilayah Banua Enam meliputi Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Balangan, dan Hulu Sungai Utara.

Seperti jenis bela diri lainnya Kuntau juga mempunyai beragam jurus (kembang) mulai dari tangan kosong hingga menggunakan senjata tajam.

Salah seorang peserta latihan bela diri Kuntau, Khusnul Fatimah mengatakan dia bergabung dalam bela diri ini sekaligus untuk melestarikan salah satu budaya di Kalimantan Selatan.

Senentara pelatih bela diri Kuntau, Saberani, mengatakan,
awalnya latihan bela diri ini hanya bertiga, namun dalam tiga bulan terakhir banyak remaja maupun orang dewasa bergabung.

“Atraksi para pendekar bela diri Kuntau kerap ditampilkan pada saat acara perkawinan, hajatan maupun even-even budaya daerah lainnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada warga dalam melestarikan budaya bela diri tradisional Kuntau, Kades Anjir Muara Lama, Nasruddin, mengungkapkan, pihaknya
akan menganggarkan dana desa untuk keperluan dalam pelestarian bela diri tradisional Kuntau ini.

“kami sangat berterimakasih kepada warga yang telah melestarikan bela diri tradisional Kuntau,” ujarnya.

Diharapkannya ke depan
dalam pelestarian bela diri tradisional ini, juga mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten, “Saat ini untuk peralatan dalam perlengkapan bela diri Kuntau seperti sarunai, babon, gong dan peralatan lainnya, mereka masih belum memiliki,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *