Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, meminta untuk mengatasi banjir tahunan yang terjadi di sejumlah daerah di Kalsel, terutama di Kabupaten Banjar perlu solusi jangka panjang.
Hal ini menurutnya penting karena semua program mengatasi air pasang ini bisa dioptimalkan melalui uang rakyat, yaitu APBD, karena banjir tahunan tersebut termasuk kategori skala prioritas.
“Kita semua harus memikirkan karena dampaknya begitu bagi masyarakat,” tegas Habib Umar, Senin (10/3).
Ia mengingatkan, sekarang air pasang rob mulai meninggi lagi, bagi pemukim atau daratan rendah rentan terendam bahkan volumenya lambat turun (surut).
Kemudian jika berbicara dampaknya jelas sosial ekonomi pasti terganggu, belum lagi dari aspek kesehatan tidak sedikit warga mengalami mengalami penyakit kulit.
“Memang kita apresiasi pemerintah daerah melakukan penanganan jangka pendek baik berupa evakuasi, bantuan sembako, pelayanan kesehatan dan lain-lain,” sebutnya.
Namun, menurut politisi PKS ini bantuan itu hanya bersifat sementara dan sesaat saja sedangkan sisanya mereka mengandalkan secara mandiri untuk bertahan hidup.
“Kami dari legislatif akan terus menyuarakan hal ini mengingat penanganan banjir ini yang diperlukan jangka panjang, misalnya pembangunan kanal, pengerukan sungai, membersihkan sampah dari aliran sungai dan parit serta membersihkan saluran air dari endapan lumpur,” tandasnya.






