Paringin,wartaberitaindonesia.com – Kabupaten Balangan masih berada dalam status darurat narkoba. Untuk itu, berbagai aksi nyata terus digencarkan, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan angka penyalahgunaan narkotika.
Staf Ahli Pemerintahan, Akhmad Fauzi, menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah Balangan. Ia menegaskan bahwa penanganan terhadap masalah ini tidak bisa ditunda lagi.
“Lebih dari 50 persen narapidana atau warga binaan di rutan adalah penyalahguna narkotika, dan mayoritas dari mereka berada di usia produktif,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan dapat berdampak nyata dalam menurunkan peredaran narkoba di Balangan.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Balangan, Syaifudin Tailah, juga menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kasus narkotika di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima hibah dari pemerintah daerah melalui Kesbangpol. Semoga hibah ini dapat memperlancar pelaksanaan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) di Balangan,” harapnya.
Program P4GN menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan narkoba, terutama melalui pendekatan preventif yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.






