Paringin, wartaberitaindonesia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan secara resmi memulai masa transisi pemulihan pascabencana banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, saat memimpin rapat teknis bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Paringin, Senin (5/1/2026).
Dalam keterangannya, H. Rahmi menyampaikan salam kemanusiaan sekaligus laporan terkini mengenai perkembangan penanganan bencana setelah berakhirnya masa tanggap darurat.
Ia menjelaskan, terhitung sejak 4 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Balangan telah memasuki fase transisi pemulihan. Fase ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan estimasi waktu penanganan di lapangan hingga kondisi pulih sepenuhnya.
“Pada sore hari ini kami telah melaksanakan rapat teknis dengan beberapa SKPD untuk menyikapi penanganan darurat transisi pemulihan pascabencana,” ujarnya.
H. Rahmi menyebutkan, terdapat sejumlah langkah prioritas yang akan dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya adalah pemberian bantuan perbaikan rumah bagi warga yang terdampak, dengan mekanisme penilaian dan kriteria kerusakan yang diatur secara teknis agar tepat sasaran.
Selain itu, BPBD Balangan juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan anak-anak sekolah yang terdampak bencana.
Bantuan yang akan diberikan meliputi seragam sekolah, perlengkapan alat tulis, dan tas sekolah bagi siswa dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga sekolah di bawah naungan Kementerian Agama.
“Anak-anak menjadi sasaran utama perhatian kami, terutama untuk memastikan mereka bisa kembali bersekolah dengan layak,” tambahnya.
Tak hanya pemulihan fisik, BPBD Balangan juga akan melaksanakan kegiatan pemulihan trauma psikologis (trauma healing) bagi anak-anak korban bencana, sebagai bagian dari upaya memulihkan kondisi mental dan sosial masyarakat.
Kelima agenda prioritas tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan lebih baik.
H. Rahmi juga menyampaikan bahwa program-program pendukung akan disinergikan melalui kegiatan reguler SKPD pada APBD Tahun 2026 yang telah direncanakan.
“Kegiatan ini nantinya akan disupport oleh dinas-dinas terkait melalui program reguler APBD 2026 yang diarahkan khusus untuk mendukung masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami banjir bandang,” jelasnya.
Menutup penyampaiannya, H. Rahmi berharap seluruh program pemulihan dapat berjalan lancar tanpa kendala serta mendapat dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Balangan.
“Mohon doanya,
semoga apa yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.






