Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com– Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Banjarmasin II, Muhammad Mirza Luffillah, SE, M.M mengatakan monitoring pihak Dirlantas Polda Kalsel sangat diapresiasi sebagai bentuk kolaborasi bersama demi memastikan optimalisasi pelayanan kepada Wajib Pajak (WP) yang transparansi, akuntabel dan berdedikasi sehingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan lain-lain bisa terwujud di sepanjang tahun 2025 ini.
“Seperti kita ketahui bersama potensi pendapatan PKB dan BBNKB berkontribusi besar bagi banua,” katanya, Jumat (14/3).
Menurutnya, sejauh ini tingkat kepatuhan masyarakat selaku WP cukup baik dikarenakan adanya keharusan untuk patuh disebabkan adanya sanksi, upaya edukasi dalam memberikan pemahaman terhadap tujuan penarikan pajak untuk keberlanjutan pembangunan di Provinsi Kalsel semua itu ditunjang dengan sistem pelayanan birokrasi tidak berbelit-belit, semua itu bentuk dukungan dalam bekerja bersama merangkul semua dengan mengabdi penuh keikhlasan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, yakni cepat, nyaman dan bekerja ikhlas,” ujarnya.
Sementara, Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol. Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H berharap terus meningkatkatkan inovasi dengan berbagai terobosan baru sehingga berkorelasi nyata terhadap antusiasme WP dalam meningkatkan rasa kesadaran dan tanggung jawab, apalagi jika inovasi tersebut bisa masuk ke-99 inovasi award dan 25 inovasi award.
“Bukan itu saja
kinerja Samsat Kalimantan Selatan meliputi Samsat On Campus (SOC) dan Samsat Jejak Jalan Kampung (Jejak). Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan PKB untuk pendapatan daerah Kalsel,” ujarnya.






