Kuala Kurun, wartaberitaindonesia.com– Anggota Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, Herda, menegaskan komitmen pihaknya dalam memastikan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan berjalan sesuai rencana. Hal ini disampaikannya usai melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas, Rabu (16/7).
“Ya, saya sudah turun langsung ke lokasi bersama Pemkab untuk melihat progres perbaikan jalan Malahoi–Kuayan. Ini menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Menurut Herda, infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial dan ekonomi.
Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) II ini menyampaikan bahwa perbaikan jalan tersebut ditargetkan rampung tepat waktu, sebelum pelaksanaan Pesta Adat Tiwah di Desa Tumbang Kuayan pada 27–28 Juli 2025 mendatang.
“Kami ingin memastikan jalan menuju lokasi Tiwah sudah benar-benar layak digunakan dan aman bagi masyarakat yang akan hadir,” tegasnya.
Ia menjelaskan, peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. “Kami memantau langsung progres pekerjaan di lapangan, agar pengerjaan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ungkap Herda.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pesta adat Tiwah adalah salah satu tradisi budaya masyarakat Dayak yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, Pemkab Gumas bersama DPRD berupaya memastikan tidak ada hambatan infrastruktur yang dapat mengganggu jalannya acara.
“Perbaikan jalan ini adalah bentuk dukungan kami terhadap kelestarian adat dan budaya lokal,” ucapnya.
Herda menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan pedesaan adalah kebutuhan prioritas karena menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Akses jalan yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta mobilitas masyarakat antarwilayah. “Kami akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga,” jelasnya.
Menurut Herda, pengawasan terhadap proyek pembangunan tidak hanya dilakukan oleh pihak eksekutif, tetapi juga oleh legislatif untuk memastikan dana pembangunan digunakan secara efektif dan transparan.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun. “Kami ingin memastikan bahwa setiap proyek benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tidak sekadar pembangunan yang bersifat formalitas. Pembangunan jalan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat yang menggunakan. Mari kita sama-sama menjaga fasilitas ini demi kelancaran aktivitas dan kemajuan bersama,” pungkasnya.






