BATULICIN, wartaberitaindonesia.com – Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan, menjadi perhatian serius Ketua DPRD Tanbu Andrean Atma Maulani.
Andrean menegaskan komitmennya untuk memastikan program ini berjalan maksimal demi kesejahteraan siswa di seluruh tingkatan pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP, hingga SMA.
“Anggaran sebesar Rp64 miliar telah disepakati untuk tahap awal selama empat bulan, dari Januari hingga April 2024. Ini mencakup semua sekolah, baik negeri maupun swasta,” ujar Andrean, yang akrab disapa Andre ini, Kamis, (23/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan per siswa dengan estimasi Rp10.000 hingga Rp15.000 per hari. Namun, Andrean menekankan pentingnya evaluasi program setelah tahap awal ini.
“Jika program ini dinilai efektif, anggaran dapat ditingkatkan hingga Rp200 miliar untuk mendukung pelaksanaannya hingga Desember 2024,” terangnya.
Andre juga mengakui bahwa hingga kini ia belum menyaksikan langsung pelaksanaan pemberian makan bergizi di sekolah-sekolah. Meski begitu, ia berjanji akan memantau program tersebut secara langsung.
“Sebagai lembaga pengawasan dan penganggaran, kami punya tanggung jawab besar memastikan program ini tepat sasaran dan berdampak positif bagi para siswa,” tegasnya.
Saat ini, program yang telah berjalan di beberapa sekolah di Kecamatan Simpang Empat masih menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Kodim, Badan Gizi Nasional, dan Dinas Pendidikan turut berperan dalam pelaksanaannya.
Andrean menekankan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya soal alokasi anggaran, tetapi juga tentang efektivitas implementasinya.
“Program ini adalah investasi masa depan untuk generasi penerus kita. Anak-anak berhak mendapatkan gizi yang layak demi meningkatkan kualitas pendidikan mereka,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari DPRD, program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Kabupaten Tanbu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.






