Tanah Bumbu, wartaberitaindonesia.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Adrizal, mengharapkan masyarakat Kalsel khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru sudah mendapatkan informasi bahwa isu kenaikan tarif kapal feri Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Batulicin – Tanjung Serdang tidaklah benar (hoaks).
Menurutnya, jika ada info dari bukan otoritas berwenang maka jangan sepenuhnya dipercaya termasuk jika hanya sekedar postingan di medsos, apalagi dikaitkan mendekati hari besar keagamaan seperti Natal, Tahun Baru dan Idulfitri
“Kami berharap masyarakat tetap tenang apalagi sudah ada keterangan resmi pihak ASDP,” kata Adrizal, Jumat (13/12).
Walaupun nantinya memang ada kenaikan tarif, terangnya, tentu semua melalui mekanisme serta pembahasan cukup panjang, tidak semaunya dilakukan lalu diputuskan karena menentukan tarif saja melalui prosedur maupun berbagai aspek pertimbangan, diantaranya apakah hal itu memberatkan masyarakat, akan berimplikasi kuat terhadap perekonomian, perubahan harga kebutuhan pokok dan lain-lain.
“Karena ini berkaitan hajat hidup orang banyak maka tidak mudah menaikan tarif tersebut,” ujar politisi PAN ini.
Diakuinya, saat ini akses penyeberangan feri menjadi satu-satunya fasilitas transportasi penghubung Batulicin – Tanjung Serdang.
“Kita berdoa saja jembatan Pulau Laut bisa cepat rampung karena ada upaya serius dari Pemerintah Provinsi mengalokasikan anggaran total pertahun Rp500 sampai Rp700 miliar dengan rincian Pemprov 300 miliar, Kabupaten Tanah Bumbu Rp100 miliar atau lebih dan Kotabaru karena letak bentangnya lebih panjang sementara diperkirakan Rp100 miliar atau lebih,” ungkapnya.
Sedangkankan progres desain perencanaan, tengah dilakukan sejak tahun 2024 sampai progresnya 2029 berdasarkan waktu kalender dengan harapan jembatan tersebut masuk skala Program Strategis Nasional (PSN) dengan alokasi anggaran Pemerintah pusat Rp1,8 triliun.
“Untuk bentang tengah jembatan diusahakan masuk PSN dan telah disampaikan ke balai jalan jembatan, semoga Pemerintah Pusat memprioritaskan anggaran melalui APBN untuk bentang tengahnya,” tukasnya.






