Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Sepuluh rumah hasil program bedah rumah yang dikerjakan oleh Polda Kalsel bersama Polres jajaran telah selesai dikerjakan.
Secara simbolis rumah tersebut diserahkan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77 dan diresmikan langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djayadi, Senin (19/6).
Di wilayah Polres Batola peresmian dipusatkan di satu titik, yakni di Handil Saluang Desa Anjir Pasar II Kecamatan Anjir Pasar,
Kabupaten Batola.
Masing-masing masyarakat yang menerima bantuan bedah rumah tersebut didukung Yayasan Laziz Assalam Fil Alamin dan PT Azzam.
Titik program bedah rumah ada di Kecamatan Jejangkit, Kecamatan Wanaraya, Mekarsari, Barambai, Anjir Pasar dan Bakumpai.
Rinciannya sebanyak tiga rumah di Kecamatan Anjir Pasar, 2 rumah di Barambai dan sisanya masing-masing satu unit rumah.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djayadi mengungkapkan bahwa program ini dalam upaya mendukung pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Dari data, masyarakat yang berada diangka kemiskinan mencapai 1,5 persen.
“Tentu dengan program ini sebagai bagian upaya kita membantu pemerintah dalam mengentaskan masalah kemiskinan ekstrem, dan di Batola ini adalah daerah yang ke-9 peresmian dan penyerahan program bedah rumah ini,” ungkap Kapolda Kalsel.
Dikatakan Irjen Andi, dalam momen HUT Bhayangkara ke-77 ini pula program utamanya adalah pengerjaan bedah rumah masyarakat yang tak layak huni. “Di sini kita ingin betul-betul bermakna dan dapat dirasakan oleh masyarakat langsung,” ujarnya.
Sementara Kapolres Batola AKBP Diaz Sasongko menambahkan bahwa rangkaian memperingati hari bhayangkara ke-77 diperingati 1 Juli mendatang, Polri berusaha untuk mendekatkan diri kepada masyarakat khususnya masyarakat Batola.
“Kita di sini berusaha mengambil berkah dengan program ini, dan syukur Alhamdulillah ada respon pula dari Pj Bupati, Pak Mujiyat akan melakukan program yang sama ke depan,” tambahnya.
Pj Bupati Batola Mujiyat mengaku dengan program Polda telah memacu semangatnya dalam rasa kebersamaan melakukan segala hal dengan bergotong royong dan program tersebut akan direncanakanya pula di Batola.
“Rencana akan kita programkan di tahun 2024, mungkin melalui anggaran desa.Kita hitung jumlah desanya, dan kebetulan ada Ketua DPRD Batola dan saya ngomong yakin karena ada ketua,” ucap Mujiyat.
“Jadi program itu nantinya satu desa satu rumah, artinya satu desa 1 rumah dikali 195 rumah, maka tahun depan akan disiapkan untuk mengendalikan masyarakat yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem,” tandasnya.






