Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Satgas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Barito Kuala (Batola) turun serentak ke-9 kecamatan
dalam intervensi penurunan dan pencegahan stunting.
Hal ini sebagai bentuk keseriusan Pemkab Batola yang ditindaklunjuti oleh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Zulkipli Yadi Noor pada Rabu (3/7).
Zulkipli hadir langsung memantau proses penimbangan dan pengukuran balita di Kecamatan Tabukan didampingi Camat Tabukan, Kapolsek, anggota TNI, Kepala Puskesmas, Kades dan Tim Satgas Kabupaten langsung mendatangi
rumah warga.
Penimbangan yang dilakukan pada anak untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan merupakan salah satu strategi pemerintah untuk melihat prevalensi stunting.
Diantaranya termasuk penginputan data anak menggunakan Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (E-PPGBM) oleh Pemkab Batola.
Zulkipli menyampaikan rasa syukurnya dari 11 desa dan 6 RT pelaksanaan pemantauan berjalan lancar karena mendapatkan respon yang baik dari orang tua balita.
“Secara umum respon bagus, kami berharap cakupan pengukuran balita di kabupaten Barito Kuala itu sesuai target 95%,” ujarnya.
Diakui Zulkipli permasalahan banyak terkait kenapa orang tua enggan datang ke posyandu. Ada yang dilarang suami, anak yang dipelihara oleh neneknya, pertimbangan jarak, dan berbagai alasan orang tua yang tidak membawa anaknya ke posyandu.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta ikut juga membantu proses sweeping ini,” ucap Zulkipli.






