Komisi II DPRD Kalsel Soroti Pembangunan  Infrastruktur Pertanian di Kotabaru

Teks foto: Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, H. Firmansyah dari Fraksi Gerindra. (Ist)

Kotabaru, wartaberitaindonesia.com — Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Firmansyah, SP, dari Fraksi Gerindra menyoroti sejumlah persoalan yang masih menghambat pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Kotabaru. Ia menilai, optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan produksi pangan perlu ditopang oleh infrastruktur memadai agar hasilnya bisa maksimal.

 

Bacaan Lainnya

“Masalah irigasi menjadi salah satu kendala utama. Banyak saluran air di kecamatan tersumbat dan dangkal, sehingga petani kesulitan mengolah lahan tepat waktu,” ujar Firmansyah, Jumat (31/11).

 

Berdasarkan data BPS Kalsel, luas panen padi tahun 2024 mencapai 246 ribu hektare, naik 14,85 persen dibanding 2023. Namun di Kotabaru, produksi justru menurun akibat kurangnya alat dan mesin pertanian (alsintan) serta gangguan hama seperti walang sangit. Selain itu, perubahan iklim dan cuaca ekstrem juga mengancam risiko puso atau gagal panen.

 

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menjalankan program percepatan luas tambah tanam (LTT) serta rencana pencetakan sawah baru di beberapa kecamatan. “Kita dorong agar dukungan pemerintah provinsi dan pusat lebih konkret, terutama untuk penyediaan alsintan dan pembangunan saluran irigasi,” tegasnya.

 

Selain sektor pertanian, proyek strategis seperti pembangunan Jembatan Pulau Laut diharapkan dapat memperkuat konektivitas ekonomi dan mendukung distribusi hasil pertanian Kotabaru yang juga dikenal dengan perkebunan sawit terluas di Kalsel.

 

Firmansyah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar potensi besar Kotabaru benar-benar mampu menopang ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *